Hal tersebut disampaikan oleh Director Hyundai Motor Company untuk Asia Pasifik, Afrika dan Timur Tengah Y.K. Koo saat ditemui wartawan Indonesia di kantor pusat Hyundai di Yangjae-dong, Seocho-gu, Seoul, Korea, Selasa (1/11/2011).
"Kami mengakui permintaan terus meningkat di Indonesia, di 2015 angkanya mencapai 1 juta unit. Namun kami belum ada rencana untuk menambah lagi investasi saat ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tahun 2010 lalu, Hyundai sempat berencana membangun pabrik baru di kawasan ASEAN. Dua negara yakni Vietnam dan Indonesia kabarnya dibidik menjadi negara tujuan Hyundai. Pemerintah Indonesia pun rajin merayu Hyundai untuk mewujudkan investasinya.
Director Global PR Team Hyundai Motor Company Frank Ahrens mengatakan Hyundai belum memutuskan akan membangun pabrik di mana saat ini.
"Kami terus melakukan studi, beberapa lokasi di ASEAN, tapi kami belum bisa memutuskan," ujarnya.
Hyundai di ASEAN hanya memiliki pabrik perakitan CKD. Di Indonesia tempatnya di Pondok Ungu. Di sini lah, Grand Avega dan Hyundai H-1 dirakit. "Dengan pabrik CKD produksi mobil terbatas, mengubah izin juga agak sukses, jadi setiap pabrikan mobil menginginkan adanya fair trade di ASEAN," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat