Kedua mobil itu sudah dikirimkan ke pejabat Malaysia untuk diuji coba. Ada 3 unit Proton Saga dan 5 unit Proton Exora listrik.
"Dalam proses melakukan komersialisasi mobil itu, kami setidaknya menyediakan 200 Range Extender dan 150 unit Proton EV kepada pemerintah (Malaysia) sampai akhir tahun depan," ujar Direktur Proton Holdings Bhd Datuk Zainuddin Che Din seperti dikutip Bernama, Selasa (18/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda masih ingat, Proton Saga EV pernah dipamerkan Proton di Indonesia International Motor Show tahun 2010 lalu.
Proton Saga EV memiliki baterai litium ion polymer yang bisa menghasilkan energi sebesar 15 kWh. Waktu pengisian baterai mencapai 6-8 jam. Proton juga menyediakan versi pengisian cepat hanya 1 jam saja. Sekali mengisi baterai cukup untuk menjelajah Jakarta hingga Bandung.
Performa motor listrik Saga EV ini cukup tangguh. Dari 0-100 km per jam dapat ditempuh dengan 12 detik. Kecepatan maksimal yang bisa dicapai yakni 110 km per jam.
Jika dibandingkan dengan mobil Persona yang berbahan bakar bensin, biaya yang dikeluarkan tentunya lebih murah. Saga EV untuk tiap km hanya membutuhkan Rp 120 saja atau Rp 3,6 juta per tahunnya sedangkan Persona Rp 360 per km atau Rp 10,8 juta per tahun.
Sementara Proton Exora merupakan versi lebih lanjut dari teknologi hybrid. Mobil ini cukup irit BBM.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun