Nissan pun ingin menjawab hal itu dengan menyiapkan sebuah teknologi yang mampu mengisi ulang baterai mobil listrik hingga penuh hanya dalam waktu 10 menit saja.
Pabrikan mobil asal Jepang tersebut kini dikabarkan tengah menciptakan sebuah sistem elektrikal terbaru bersama Kansai University yang mampu mempercepat waktu pengisian tenaga pada baterai mobil listrik hanya dengan 10 menit saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Nissan sebenarnya sudah memiliki teknologi untuk mempercepat waktu pengisian tenaga pada mobil listrik mereka. Nissan LEAF yang mereka miliki mampu di-charge hanya dalam waktu 30 menit untuk mendapat tenaga sebesar 80 persen dari kapasitasnya. Tapi ternyata hal itu masih belum cukup.
Para peneliti menemukan bahwa bahan-bahan yang baru mereka gunakan itu mampu mempercepat pengisian tenaga tanpa mengurangi tegangan yang dihasilkan.
Beberapa peneliti seperti detikOto kutip dari Caradvice, juga mengatakan kalau sistem ini diteliti lebih lanjut, waktu pengisian tenaga sesungguhnya bisa mencapai angka yang akan membuat orang tidak percaya yakni hanya 3 menit saja.
Dengan waktu sesingkat itu, di masa depan, mengisi tenaga listrik pada mobil listrik akan sama cepatnya dengan mengisi bensin pada mobil konvensional saat ini.
Namun, untuk mencapai tahap itu, penelitian intensif harus terus dilakukan. Paling tidak butuh waktu 10 tahun untuk mencapainya. Apalagi harga stasiun pengisian baterai super cepat ini masih cukup mahal yakni mencapai US$ 13.000. Jadi lebih cocok digunakan oleh instansi ketimbang individu.
Tetapi paling tidak, masa depan mobil listrik kini bisa dibilang cerah. Apalagi rencananya baterai ini pun akan mudah didapatkan di setiap toko d imasa mendatang di saat kendaraan listrik telah banyak beredar di pasaran.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun