Hal itu disampaikan President Director GM Indonesia, Marcos A. Purty, di saat ajang Studium Generale Chapter on GM di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Jumat (14/10/2011).
"Kami (GM Indonesia) tidak fokus kepada dominasi produk Jepang. Karena yang menjadi fokus kami adalah konsumen kami," ujar Marcos disela-sela menjawab pertanyaan para mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami(GM Indonesia) selalu memperkenalkan produk yang tepat untuk market di Indonesia. Dan saya percaya, dengan melalui desain yang menarik dan konsumen pada suka pasti akan membelinya," kata Marcos.
"Selain desain, yang kedua adalah harga, apabila harga yang ditawarkan cocok dan bagus sesuai dengan teknologinya. Maka dengan sendirinya konsumen akan memilih kami. Jadi tidak ada masalah dengan dominasi pasar," tambah Marcos.
Marcos yang mengenakan jas hitam kali ini pun memeberikan contoh kepada para mahasiswa BINUS mengenai produk yang berkualitas.
"Lihat saja yang terdapat pada Captiva dan Cruze. Captiva dengan tubuh yang besar sangat cocok melintasi jalanan di Indonesia. Begitu pula dengan Cruze, dengan segala kelebihannya Cruze bisa menjadi pilihan yang tepat," ucap Marcos.
"Dan ASEAN memiliki market yang dinamik, dan kami melihat Indonesia masih bisa terus berkembang. Jadi strategi kami ialah tetap fokus kepada konsumen, agar produk kami bisa diterima dengan baik oleh konsumen kami," tutup Marcos.
GM Indonesia Ajak Mahasiswa Cintai Industri Otomotif
Berbicara tentang industri otomotif memang tidak ada habisnya. Kali ini Universitas Bina Nusantara (BINUS) bekerja sama dengan General Motor (GM) Indonesia mengkupas habis apa yang menjadi strategi GM dalam menghadapi kerasnya persaingan industri otomotif di Indonesia, dalam kegiatan 'Studium Generale Chapter On General Motors' yang digelar Universitas BINUS.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus Binus jalan Anggrek kali ini pun mengusung tema 'Grow With Market'.
"Kami melihat potensi luar biasa besar penduduk muda dan produktif, terutama dari kalangan mahasiswa yang akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Oleh karena itu melalui GM Indonesia Academic Forum, kami mendorong mereka untuk lebih mengenal, mengeluti, dan akhirnya mencintai industri otomitif sesuai sengan bidang dan keahlian mereka masing," ujar Marcos.
Lelaki bertubuh besar ini juga menyampaikan, GM terus melakukan perkembangan di Indonesia dengan strategi 'Build Where We Sell And Source Where We Build.'
"Saat ini GM telah terdapat di 140 negara, dan hanya 6,66 detik telah lahir satu mobil chevrolet dibelahan dunia. Karena kami menggunakan strategi unik 'Build Where We Sell And Source Where We Build', dengan membangun industri otomotif pada pasar prospektif dan melakukan kerjasama dengan pihak lokal untuk memenuhi kebutuhan komponen dan jaringan distribusi industri," kata Marcos.
Marcos pun menambahkan bahwa industri Indonesia akan masih terus berkembang seiring perkembangan ekonomi, dan melonjaknya perekonomian kelas menengah yang memiliki daya beli yang tinggi.
"Sungguh sebuah kehormatan bagi pihak Civitas Academica BINUS University bisa mendapat kunjungan istimewa dari GM Indonesia. Apa yang disampaikan pihak GM Indonesia telah membuka cakrawala baru, seperti industri otomotif nasional yang sedang berkembang pesat saat ini," ujar Rektor Universitas BINUS, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, MM.
(lth/ddn)










































