Seperti dilansir di situs resmi Ford dan dikutip Reuters, pembatalan pesanan terjadi untuk model Fiesta bermesin 1.600 cc. Model ini merupakan mobil yang masih terkenai pajak.
Padahal di Thailand, peminat Fiesta dengan kapasitas mesin 1.600 cc mencapai hampir 70 persen dari seluruh penjualan Fiesta di Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini berarti Ford gagal melakukan lobi kepada pemerintah setempat untuk mengganti kriteria mobil yang terkena aturan pajak.
CEO Ford Alan Mulally bahkan sempat terbang dari AS ke Thailand untuk menemui PM Yingluck Shinawatra untuk merayu pemerintah.
"Pembatalan pemesanan ini jelas menunjukkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari kebijakan kepemilikan mobil pertama ini," ujar Presiden Ford untuk ASEAN Peter Fleet.
Ford mengklaim, meski bermesin 1.600 cc, mobilnya cukup irit bensin dan menghasilkan emisi yang lebih kecil dibanding pesaingnya yang memiliki mesin di bawah 1.500 cc.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri