Kredit Otomotif Tumbuh Tinggi, BI Was-was

Kredit Otomotif Tumbuh Tinggi, BI Was-was

- detikOto
Kamis, 22 Sep 2011 20:16 WIB
Kredit Otomotif Tumbuh Tinggi, BI Was-was
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuhan kredit konsumsi terutama di sektor otomotif cukup tinggi. Bank sentral memberi perhatian khusus untuk memantau kredit yang pertumbuhannya sudah mencapai 30% ini.

"Pertumbuhan kredit konsumsi sebenarnya masih lebih kecil dibandingkan tahun lalu, tetapi ada beberapa sektor dan subsektor yang mendapat perhatian lebih kita karena relatively pertumbuhannya sudah di atas 30% seperti kredit otomotif kendaraan roda empat," ungkap Muliaman

Muliaman menambahkan, bank sentral telah mempunyai beberapa opsi untuk mengatur lebih jauh mengenai pesatnya kucuran kredit di sektor kendaraan bermotor ini. Terutama, sambungnya adalah mengkaitkan kredit lebih kepada nilai alias loan to value.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu salah satu opsi (loan to value) itu satu opsi yang bisa dipertimbangkan. Tetapi saat ini so far kredit konsumsi masih dalam koridor karena pertumbuhan masih lebih rendah dibanding tahun lalu," jelas Muliaman.

BI memang sempat mewanti-wanti terjadinya bubble (gelembung) di sektor otomotif dan properti. Beberapa perubahan tengah disiapkan seperti rencananya menaikkan uang muka (down payment/DP) lebih besar.

"Misalnya kita mau beli mobil kan bank bayarin 90% kita bayar 10% makanya kita nanti down payment diperbesar. Angkanya nanti yah," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono beberapa pekan lalu.

Selama ini, kata Hartadi, ada yang namanya loan to value ratio. Konsep itu diakuinya memang belum diterapkan secara sistematis, namun secara rata-rata menggunakan komposisi kredit bank 90% dan 10% uang konsumen.

Data BI menyebutkan nilai kredit konsumsi ini mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.

Saat ini kredit perumahan mencapai Rp 17,9 triliun. Sebanyak 45% di antaranya merupakan kredit rumah di bawah tipe 70 m2 atau masuk kategori rumah sederhana. Adapun kredit kendaraan senilai Rp 12,6 triliun dan kredit multiguna Rp 14,5 triliun.

Adira Siap Biayai Kredit Otomotif Rp 34,5 Triliun di 2012

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) masih optimistis terhadap pasar pembiayaan di Indonesia. Karena melajunya angka penjualan otomotif dalam negeri dan optimisme pelaku bisnis ini. Tak tanggung-tanggung, perseroan memasang target total pembiayaan Rp 34,5 triliun tahun depan.

"Melihat kondisi market, rasanya cukup optimis di 2012 bahwa ada peningkatan 15% tahun depan," ungkap Direktur Utama Adira Stanley Setia Atmadja saat ditemui di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Dengan target pembiayaan baru 2011 mencapai Rp 30 triliun, maka anak usaha Bank Danamon ini optimistis dapat membukukan pembiayaan hampir Rp 35 triliun tahun depan.

Tercatat hingga Agustus perseroan telah menyalurkan pembiayaan baru untuk kendaraan senilai Rp 21,2 triliun. Ini merupakan akumulasi dari 1,3 juta kendaraan yang didominasi jenis baru.

Demi mewujudkan targetnya, perseroan juga siap menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun di akhir tahun ini. Dengan dana segar tersebut, pembiayaan dipercaya akan melaju lebih cepat.

Menurut Direktur Keuangan Adira, I Dewa Made Susila, pembiayaan kendaraan sepeda motor perseroan masih tetap tinggi. Dari sisi kuantitas, motor mencakup 60-65% dari total portofolio pembiayaan Adira. Bahkan tahun ini nilai multifinance motor mereka mencapai Rp 19,78 triliun.

Sementara mobil, meski masih sedikit, juga terjadi kenaikan permintaan. "Sebanyak 30-40% masih mobil. Dan dari total pembiayaan, memang konsumen lebih tertarik akan kendaraan baru karena perkembangan industri otomotif maju sekali. Perbandingnyanya 2/3 baru, sisanya bekas," tegas Direktur Marketing Adira, Hafid Hadeli.


(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads