Pemudik Antre Ngecek Mobil, Bengkel Terpaksa Lembur

Pemudik Antre Ngecek Mobil, Bengkel Terpaksa Lembur

- detikOto
Selasa, 23 Agu 2011 15:08 WIB
Pemudik Antre Ngecek Mobil, Bengkel Terpaksa Lembur
Jakarta - Menjelang arus mudik, pengguna kendaraan sibuk mempersiapkan kendaraannya untuk bisa pulang ke kampung halaman. Praktis hal ini membuat aktivitas service di bengkel-bengkel mobil melonjak drastis.

"Yang melakukan pengecekkan kendaraan disini banyak sekali. Biasanya kendaraan yang masuk ke bengkel itu bisa mencapai 48'an unit. Tapi untuk sampai siang hari ini kami telah menerima kendaraan yang masuk bengkel hingga 65 unit. Padahal kemarin Senin kami menerima kendaraan hanya 60-an unit dan bahkan kemarin juga ada yang rela meninggalkan kendaraannya di bengkel dan diambil keesokkan harinya," kata Parman Suanda, Service Manager, Plaza Toyota Cabang Tendean, kepada detikOto, Selasa (23/8/2011).

Parman pun menambahkan hal ini yang membuat para mekanik harus rela untuk melakukan kerja lembur. Selain itu, untuk memberikan pelayanan, Parman pun menambahkan bengkel hanya tutup di hari raya Lebaran saja yakni 30/31 Agustus 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soalnya customer banyak yang menunggu kendaraannya. Sebenarnya kita kerja sampai jam 4 dan karena menjelang lebaran ini kami bisa biasanya melakukan lembur hingga 2-3 jam'an. Dan bengkel kami sebenarnya buka sampai tanggal 27 Agustus 2011 besok, tapi kami juga menyediakan 8 orang atau 1 group yang melakukan piket di hari setelah tanggal 27," tambah Parman.

Hal senada pun disampaikan pihak Daihatsu yang mencoba menjamu para konsumennya.

"Antrean saat ini sedang gila-gilaan, gila-gilaan disini artinya para konsumen melakukan service melebihi dari hari biasanya. Yah ini sih wajar karena kita sudah sebentar lagi menghadapi hari Raya, dan kami pun sudah siap lembur," tutur Budi Supriyanto, Kepala Bengkel PT Asco Prima Mobilindo,

Budi pun menambahkan untuk tetap kendaraan yang melakukan servis meningkat hingga 100 unit.

"Biasanya kami menerima konsumen itu mencapai 700 unit perbulan, tapi kali ini kami memperkirakan kami akan menerima konsumen hingga minimal 820 unit. Tapi kami di sini sudah tidak bisa menerima booking, karena sudah penuh. Kalau mau para konsumen pun bisa datang langsung sendiri dan siapa cepat dia yang masuk duluan," tutup Budi.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads