DP Mobil Naik, Penjualan Bisa Jeblok

DP Mobil Naik, Penjualan Bisa Jeblok

- detikOto
Kamis, 18 Agu 2011 12:27 WIB
DP Mobil Naik, Penjualan Bisa Jeblok
Jakarta - Wacana Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan nilai uang muka kredit kendaraan terus menimbulkan pro-kontra. Bila wacana tersebut jadi terealisasi, industri otomotif di Indonesia diprediksi akan kembali terpuruk.

β€œKalau wacana ini benar-benar terjadi dunia otomotif bisa menjadi jeblok hingga 30 persen, impactnya akan luar biasa. Terlebih lagi untuk kendaraan yang berharga Rp 150 jutaan, dampaknya bisa turun 50-55 persen," ungkap Vice President Director PT. Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno di Jakarta.

"Dan saya rasa ini bukan keputusan yang tepat, maaf misalnya seperti ini, kita tahu merek Jepang sedang melakukan investasi tapi kalau itu (uang muka) dinaikkin buat apa ivestasi tersebut. Karena secara otomatis employee-nya meningkat tapi kalau market-nya jeblok, ATPM lainnya jadi mikir untuk berinvest kembali,” jelas Mukiat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya BI mewanti-wanti terjadinya bubble (gelembung) di sektor otomotif. Beberapa perubahan tengah disiapkan seperti rencananya menaikan uang muka kredit kendaraan lebih besar.

Bila sebelumnya BI mengatur uang muka minimal untuk mendapat kredit kendaraan adalah 10 persen dari harga, maka BI akan menaikkan angka tersebut. Namun bagi mukiat, hal itu bukanlah keputusan yang tepat.

"Menurut data, kalau tidak salah, yang tidak mampu bayar cicilan (Non Performing Loan/NPL) itu hanya 1,5 persen, ini sangat kecil. Kecuali mencapai 15 persen baru kita mencari cara untuk menanggulanginya dan (saat) ini tidak akan terjadi buble. Karena leasing dan bank itu sendiri pun telah melakukan seleksi yang tepat, jadi kenapa industri otomotif kita yang sedang membaik seiring dengan ekonomi kita yang membaik juga harus tertahan,” tutupnya.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads