"Misalnya kita mau beli mobil kan bank bayarin 90% kita bayar 10% makanya kita nanti down payment diperbesar. Angkanya nanti yah," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono di kantornya, Jakarta, Jumat (22/7/2011).
Selama ini kata Hartadi ada yang namanya loan to value ratio. Konsep itu diakuinya memang belum diterapkan secara sistematis, namun secara rata-rata menggunakan komposisi kredit bank 90% dan 10% uang konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya sektor otomotif saat ini sudah ada tanda-tanda bubble. Sementara sektor properti meski belum terlihat signifikan namun perlu diwaspadai.
"Dalam fase recovery, itu biasanya dua sektor yang cepat sekali pertumbuhannya bisa berpotensi bubble, antara lain otomotif dan properti," terangnya.
Ia juga mengatakan dari sisi kebijakam yang bisa dilakukan dengan menerapkan makroprudensial. Nantinya akan ada shifting kredit ke sektor tertentu dari yang berpotensi bubble ke sektor kredit yang lebih membutuhkan seperti sektor produktif.
"Kamu lihat sendiri saja di jalanan, mobil motor saat ini sangat mudah mendapatkannya. Nah itu terlalu cepat," tegasnya.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun