Baru Jakarta yang Sudah Euro3, Standar BBM di RI Rendah

Baru Jakarta yang Sudah Euro3, Standar BBM di RI Rendah

- detikOto
Kamis, 21 Jul 2011 15:55 WIB
Baru Jakarta yang Sudah Euro3, Standar BBM di RI Rendah
Jakarta - Tidak bisa dipungkiri kalau mobil-mobil keluaran terbaru saat ini sudah menganut standar emisi Euro4 atau bahkan Euro5. Tapi sayang, karena kondisi bahan bakar di Indonesia yang masih Euro2 nampaknya akan sulit bagi mobil-mobil terkini untuk cepat menyapa Indonesia.

Dalam persentasi VP Refining Technology, Rifinery Directorate Pertamina, Hery Supandriyo terungkap kalau hanya wilayah DKI Jakarta saja yang sudah menikmati kualitas bahan bakar dengan standar Euro3.

Sementara wilayah lain di luar Jakarta kebanyakan belum bisa menikmatinya. Namun begitu, para pengguna mobil di Jakarta juga masih harus bersabar, sebab baru pada 2016 Pertamina kemungkinan baru bisa menaikkan standar bahan bakar jadi Euro4 pada 2016. Tapi itu baru untuk kota besar seperti Jakarta saja. Karena kota kecil atau daerah pedesaan sepertinya masih harus menunggu lebih lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah bisa masuk Euro4 pada 2016 atau 2017," ungkapnya di seminar The 6th Indonesia International Automotive Conference di Jakarta International Expo Kemayoran, Kamis (21/7/2011)..

Bila melihat jangka waktu tersebut, Indonesia sepertinya akan terus ketinggalan. Sebab negara-negara lain sudah mulai menerapkan standar emisi yang tinggi sebelum tahun tersebut.

Jepang sudah mulai menerapkan standar Euro4 pada tahun 2009 dan kini sudah siap meningkatkannya menjadi Euro5. Sementara Thailand akan mulai menerapkan standar Euro4 pada tahun depan, Malaysia di 2015, Singapura di 2012, China di 2011 dan India di 2015.

Saat Indonesia sudah menerapkan standar Euro4, Thailand, Singapura dan China sudah akan menggunakan standar Euro5.

Lalu apakah kenaikan standar emisi dari Euro2 ke Euro4 itu bisa dipercepat? "Tidak, karena kita harus tunggu Cilacap siap, 2016 atau 2017," pungkas Heru.

Sementara itu, para pengguna mobil diesel sepertinya akan lebih cepat merasakan solar dengan standar Euro4. Untuk DKI Jakarta standar tersebut akan mulai dinikmati pada 2014 mendatang, dan untuk seluruh Indonesia pada 2017.

Standar Euro4 pada solar ini berarti kandungan sulfur pada solar kurang dari 50 ppm, jauh lebih rendah dari kandungan yang ada di solar sekarang yang mencapai 3.500 ppm.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads