Hal tersebut menurut Presiden Direktur Motor Image yang merupakan pemasok mobil Subaru di kawasan Asia Tenggara, Glenn Tan, terjadi karena penjualan mobil Subaru di Indonesia yang masih terbilang kecil.
"Belum bisa rakit di Indonesia. Sebab untuk membangun sebuah pabrik itu sangat mahal, paling tidak minimal penjualan harus 3.000 unit dulu per tahun," ungkapnya di sela-sela pembukaan showroom Subaru di Surabaya, Minggu (10/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di semester satu 2011 saja penjualan di Indonesia baru berada di angka 120 unit untuk semua tipe yang ada seperti Impreza, Legacy, Outback, Exiga atau Forester.
Harapan muncul ketika Subaru XV nanti lahir. Sebab bila target tahun depan untuk semua tadi hanya 500 unit, Subaru XV ditargetkan terjual 1.700 unit pertahun.
"Tapi bila ditotal tetap dibawah 3.000 unit," ujarnya.
Untuk itu ekspansi pun akan diperkuat oleh Subaru guna mendorong penjualan mobil. Untuk beberapa tahun ke depan, Subaru menurut Glenn akan membuka 23 showroom baru di seluruh Indonesia.
"Kita akan promosikan dulu Subaru hingga bisa 3.000 unit pertahun. Setelah itu kita pasti buka pabrik. Karena kita tahu kalau Indonesia adalah pasar yang besar," tandasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya