Seberapa Laris Mobil Listrik Merek Jepang di Indonesia?

Seberapa Laris Mobil Listrik Merek Jepang di Indonesia?

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 15 Jul 2026 16:09 WIB
Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto berpose di antara Toyota New bZ4X pada pembukaan GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025).
Toyota bZ4x Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Mobil listrik (battery electric vehicles/BEV) sedang meledak pasarnya di Indonesia. Total distribusi nasional Januari-Juni 2026 khusus BEV tembus 69.739 unit, angka itu naik 80,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bagaimana persaingan brand China vs Jepang di segmen ini?

Mayoritas produk BEV itu datang dari brand China dengan produk yang agresif serta harga kompetitif. Merek otomotif asal Jepang kalah saing soal penjualan mobil listrik.

Berdasarkan data wholesales (pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik murni (BEV) dari raksasa otomotif Jepang di Indonesia sepanjang semester satu 2026 tidak sampai 150 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika diakumulasikan, seluruh gabungan kekuatan raksasa Jepang (Toyota, Honda, Nissan, Suzuki) hanya mampu menjual 119 unit mobil listrik di Indonesia. Angka ini setara dengan 0,17 persen dari total pasar EV nasional yang mencapai 69.739 unit.

ADVERTISEMENT

Penjualan Mobil Listrik Merek Jepang

Berikut ini rincian mobil listrik merek Jepang:

  • Honda E: N1: 54 unit
  • Nissan Leaf: 0 unit
  • Suzuki e Vitara: 13 unit
  • Toyota bZ4x: 51 unit
  • Toyota Urban Cruiser: 1 unit

Dari data tersebut, jika dibandingkan dengan pabrikan China bak bumi dan langit. Mobil-mobil listrik China itu mendominasi pasar di Indonesia.

Contohnya, satu model dari Jaecoo, J5, sukses terjual sebanyak 16.990 unit dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini 142 kali lipat lebih banyak dari total seluruh penjualan gabungan mobil listrik merek Jepang (119 unit).

Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi mengapa mobil listrik Jepang kurang diminati di tanah air. Misalnya harga yang kurang kompetitif. Toyota bZ4X, dipasarkan di segmen premium dengan harga mendekati Rp 1 miliar. Di sisi lain, pabrikan China mampu menawarkan SUV listrik spek lebih tinggi, fitur melimpah, dan berjarak tempuh jauh dengan rentang harga Rp 200 juta hingga Rp 600 jutaan saja.

Selain itu keberagaman model juga jadi faktor penentu. Pabrikan China sangat agresif merilis berbagai lini produk, mulai dari city car mungil, SUV perkotaan, hingga MPV mewah. Sementara pilihan EV dari merek Jepang di Indonesia sangat terbatas

Perlu diketahui, pabrikan Jepang seperti Toyota dan Suzuki tampaknya masih lebih fokus pada teknologi Hybrid (HEV) ketimbang langsung beralih ke listrik murni (BEV). Pasar hybrid di Indonesia memang masih sangat kuat dikuasai Jepang.



(riar/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads