Kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang tatar cara mengemudi, kesopanan mengemudi di jalan raya, dan tata cara memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan.
"Pertama kita itu harus mengendarai kendaraan yang baik. Caranya seperti apa, terus bagimana kita membantu pertolongan pertama pada kejadian kecelakaan, dan yang paling penting adalah sopan santun saat berkendara di jalan biar tidak ada kecelakaan. Masyarakat akan diberikan pengetahun ini," ujar Kadishub Jawa Barat Dedi Taufik kepada detikOto di ruang kerjanya, Rabu (12/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari data kita kalau kecelakaan lalu lintas dominasinya oleh roda dua. Jadi sasaran utama untuk diberikan pengertian cara yang baik untuk mengendarai ya buat roda dua, baru setelah itu roda empat," ungkapnya.
Menurut Dedi belum banyak dari masyarakat yang tahu bagaimana mengenakan helm saat berkendara. Apalagi untuk menyelamatkan korban kecelakaan di jalan raya, mulai dari mengangkut korban patah tulang sampai memompa jantung bila korban tak sadarkan diri.
"Buat memasang dan membuka helm itu ada tata caranya biar nyaman di kepala. Terus untuk menolong korban kecelakaan seperti mengalami patah tulang, memberikan napas buatan, itu juga ada caranya yang baik dan benar," terangnya.
Menurut Dedi untuk menolong korban kecelakaan yang sempat tidak sadarkan diri, lima menit pertama adalah hal yang sangat penting. Oksigen yang tidak masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan korban meninggal dunia.
"Makanya semua akan kita berikan kepada masyarakat agar mereka juga bisa lebih pahamlah kalau keselamatan itu nomor satu," lanjutnya.
Dedi sendiri menyebut saat ini pihaknya beserta tim masih meracik konsep yang unik agar masyarakat tertarik dan mau menerapkan tata cara keselamatan dalam berkendara.
(ddn/ddn)










































