Mobil Listrik Xiaomi Bakal Masuk Indonesia!

Mobil Listrik Xiaomi Bakal Masuk Indonesia!

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 18 Sep 2026 13:14 WIB
Xiaomi SU7
Foto: Dok. Yiche
Jakarta -

Setelah ramai dibicarakan sejak 2-3 tahun terakhir, mobil listrik Xiaomi akhirnya bakal masuk Indonesia. Meski belum diungkap tanggal pastinya, namun peluncurannya hanya perkara waktu.

Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng mengatakan, pihaknya masih menunggu momen tepat membawa mobil listriknya ke Indonesia. Menariknya, kata dia, probabilitas kendaraan tersebut masuk Tanah Air mencapai 100 persen!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael dalam konferensi pers usai peluncuran Redmi Note 17 Series di Jakarta, dikutip dari Antaranews, Jumat (18/9).

ADVERTISEMENT
Xiaomi YU7Xiaomi YU7 Foto: Xiaomi

Michael menjelaskan Xiaomi saat ini sedang menyiapkan ekspansi bisnis mobil listrik ke pasar global. Untuk tahap awal, Xiaomi akan masuk ke Eropa.

Jerman menjadi salah satu pasar pertama yang dituju. Xiaomi dijadwalkan mulai masuk ke negara tersebut pada kuartal ketiga 2027 melalui kerja sama dengan dealer kendaraan setempat.

Xiaomi masih ingin melihat respons pasar terhadap ekspansi global tersebut sebelum memperluas penjualan ke negara lain. Meski waktunya belum diumumkan, Michael memastikan Indonesia masuk dalam rencana ekspansi mobil listrik Xiaomi.

"Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," kata dia.

Sebagai catatan, Xiaomi mulai masuk ke industri otomotif pada akhir 2023 dengan meluncurkan sedan listrik SU7. Setelah itu, lini kendaraan listrik Xiaomi terus bertambah. Saat ini perusahaan memiliki sejumlah model seperti SU7 Ultra dan YU7.

Xiaomi kemudian mulai menyiapkan ekspansi ke pasar global setelah memperkuat bisnis mobil listriknya di China. Eropa menjadi salah satu wilayah pertama yang dituju mulai tahun depan.



(sfn/sfn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads