Minggu, 08 Des 2019 16:01 WIB

Kendala Pakai Mercy Tua saat Keliling 49 Negara dari Banten

Pradito Rida Pertana - detikOto
Foto: Pradito Rida Pertana
Sleman - Mercedes-Benz Club Banten melakukan touring lintas benua dari Indonesia. Mereka berhasil melintasi 49 negara dalam kurun waktu 1 setengah tahun. Touring itu bertujuan untuk membawa dan mengenalkan nama Indonesia ke penjuru dunia.

Menurut salah satu anggota Mercedes-Benz Club Banten, Aminollah (37), perjalanan bersama 6 rekannya dilangsungkan sejak tanggal 20 Mei 2018 dan berakhir tanggal 26 Oktober 2019. Selama itu pula, ia melintasi 3 benua, yakni benua Asia, Eropa hingga Afrika dengan total 49 negara. Mereka menggunakan Mercedes-Benz W123 E280 keluaran tahun 1983 dan Mercedes-Benz W463 G300 keluaran tahun 1995.



Namun, perjalanan lintas benua itu tak selalu berjalan mulus. Seperti halnya saat rombongan mengembara lintas dunia terpaksa menetap lebih lama di Pakistan. Bahkan, ia dan 6 rekannya sempat kembali ke Indonesia untuk melengkapi beberapa persyaratan dan kembali lagi ke Pakistan.

Kendala Pakai Mercy Tua saat Keliling 49 Negara dari BantenFoto: Pradito Rida Pertana


"Berhenti lama itu karena kita tidak bisa masuk Pakistan saat itu. Jadi kami pulang sebentar ke Indonesia dan mobilnya ditinggal di India karena kondisinya Pakistan tidak aman waktu itu, tapi akhirnya kita tetap lanjutkan perjalanan," katanya saat ditemui di Pelataran Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Sabtu (7/12/2019).

Aminollah sebagai Team leader mengembara lintas dunia melakukan perjalanan bersama Adi sebagai road manager, Darwin Nugraha sebagai film maker, istri Darwin yakni Elsa Laili sebagai penulis perjalanan dan anak laki-laki Darwin dan Elsa. Sedangkan 2 orang lagi adalah Syafril sebagai mekanik dan Restu sebagai asisten mekanik.



Menurut Aminollah, Pakistan menjadi negara yang paling berkesan bagi ia dan keenam rekannya tersebut. Mengingat di Pakistan ia mendapat perlakuan yang sangat baik dari masyarakatnya.

"Pakistan kan ada sejarah sama kita, karena Bung Karno pernah membela Pakistan, mungkin karena itu semua kalangan memperlakukan kita sebagai brotherhood. Berkali-kali kita ditolong mereka, bahkan selama 10 hari di sana kita ditawari tidur dan tidur makan gratis," katanya.

"Terus saat di Pakistan terjadi kejadian luar biasa, tepatnya 3 jam sebelum masuk Balochistan (salah satu provinsi di Pakistan) itu ada bom bunuh diri, dan korbannya 14 orang. Padahal kalau tidak lewat sana kita tidak bisa ke Iran, karena lewat Afganistan sampai saat ini tidak diizinkan," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "'Mercedes Benz' Ini Dibuat dari Kayu, Seperti Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com