Dalam musyawarah besar (mubes) yang digelar di Klub Eksekutif Persada, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Minggu, 9 November 2014, terpilih Rudi Irawan (TFC 220) dari Chapter Depok sebagai ketua umum 2014-2016.
Dia menggantikan Herry Yuniantoko (TFC 182) dari Wilayah Jawa Timur. Rudi akan memimpin TFC selama dua tahun hingga November 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka merepresentasikan total 778 member se-Indonesia. Dua kandidat tersisih di putaran pertama yaitu Icang (TFC 154) dari Chapter Tangerang dan Eko Tjahjono (TFC 117) dari Wilayah Jawa Tengah. Suara Om Begox (TFC 159) tertinggi di antara semua kandidat.
Namun pada putaran kedua, keadaan berbalik. Rudi unggul 21 suara dari pesaing kuatnya, Om Begox, 62-41.
Setelah terpilih, Rudi berkomitmen kian menggairahkan TFC tidak sekadar sebagai komunitas otomotif tapi benar-benar memiliki kekuatan serta keguyuban sebagai family club.
"Kita juga perlu mengembangkan kemitraan dengan berbagai sponsor, media, bengkel resmi Hyundai Mobil Indonesia (HMI), bengkel rekanan serta bengkel rekomendasi hingga ke wilayah pelosok agar manfaatnya semakin terasa baik bagi member TFC maupun bagi para mitra tersebut,β ujarnya.
Program unggulan lainnya adalah βProgram Tembus 1.000 memberβ, dukungan teknis penyediaan spare part dan konsultasi maintenance kendaraan bagi para member di wilayah yang belum memiliki mitra, dan touring akbar Jawa-Bali dengan sistem estafet/etape.
"Wings Medal kehormatan utama bagi peserta yang mengikuti full etape,β kata Rudi.
Sebelum pemilu ketua umum, digelar pembahasan amendemen AD/ART, pertanggungjawaban pengurus lama, serta pembagian doorprize dan voucher dari Aldynes Car Leather Seat, Top 1 Oil, dan HMI. Mubes diakhiri konvoi bersama melintasi sejumlah jalan protokol di Jakarta sambil mengantar delegasi dari daerah hingga ke gerbang tol, stasiun kereta api, dan bandara.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?