Fenomena mobil baru yang hanya laris di awal peluncuran-atau sering disebut masa 'bulan madu'. Bagaimana dengan Suzuki Fronx?
Sejak periode Juni hingga Desember 2025, Suzuki Fronx mencatatkan pencapaian yang mengejutkan internal perusahaan sendiri. Suzuki menyebut mobil ini berhasil merebut pangsa pasar yang sangat dominan di kelasnya.
"Kalau kita lihat dari bulan Juni sampai Desember, hanya bulan Juni sampai Desember saja, market share Fronx ini sudah 40% di B-segment. Artinya sebetulnya ini melebihi ekspektasi kami. Kami kan targetkan mungkin sekitar di angka 25% secara market share, tapi bisa sampai ke 40%. Jadi ini salah satu bukti bahwa produk tersebut diterima dengan baik oleh konsumen," kata Dony Ismi Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales di Jakarta Utara, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suzuki sudah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga agar momentum Fronx tetap membara hingga tahun-tahun mendatang. Fokus utama mereka adalah memberikan "stimulus" berkelanjutan dari sisi internal produk.
"Harapan kami, kami masih bisa menjaga momentum Fronx ini sampai dengan di tahun 2026 dan tahun-tahun selanjutnya. Setiap hal itu pastikan market butuh stimulus. Stimulus internal yang bisa kami lakukan adalah baik itu pembaharuan, peremajaan, ataupun produk-produk impulse yang lain," jelas Dony.
Fronx berhadapan langsung dengan Honda WR-V, Toyota Raize, Daihatsu Rocky hingga Nissan Magnite.
Jika melihat data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Fronx telah membukukan total penjualan 12.314 unit dalam tujuh bulan, dengan puncak performa di bulan Desember sebesar 3.588 unit.
"Jadi karena ini produk SUV dan di segmen tersebut persaingan memang sangat tinggi, dan kalau kita lihat animo test drive dari pertama kali launching sampai dengan sekarang belum turun," ucap Dony.
Data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gaikindo untuk Suzuki Fronx sepanjang 2025:
- Juni: 1.782 unit
- Juli: 2.197 unit
- Agustus: 1.501 unit
- September: 1.000 unit
- Oktober: 834 unit
- November: 1.412 unit
- Desember: 3.588 unit
(riar/dry)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB