Pemerintah telah meluncurkan bahan bakar baru, biodiesel B50. Bahan bakar diesel itu mencampurkan BBM solar 50 persen dengan bahan bakar nabati 50 persen.
Sebelum diluncurkan, biodiesel 50 atau B50 itu telah diuji coba pada berbagai jenis kendaraan. Salah satunya adalah kendaraan komersial yang rata-rata menggunakan bahan bakar subsidi.
Direktur Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Aji Jaya mengatakan, kendaraan Mitsubishi Fuso aman menggunakan BBM B50 dalam uji coba. Meski begitu, karena truk Fuso mengusung teknologi Euro 4, maka tetap ada saran untuk perawatan kendaraan saat menggunakan BBM B50.
Baca juga: Toyota Hilux Terbaru Aman Minum Solar B50? |
"Tadi Pak Menteri (Purbaya) datang juga tanya itu, Mitsubishi Fuso mana yang bisa pakai B50? Nah kita pada saat pengetesan B50, Canter dilibatkan. Jadi ada satu Canter kita yang diikutsertakan dalam tes B50 ini. Jaraknya 40 ribu km untuk tes itu. Dan kita sudah penuhi , udah komplit, setelah 40 ribu km, kita cek, kita analisa, tidak ditemukan hal-hal yang signifikan negatif terhadap engine kendaraan dari pemakaian b50 ini. Secara tes kita sudah bisa melewatinya," kata Aji di arena GIIAS 2026 di ICE, BSD City, Tangerang, Selasa (4/7/2026).
Aji menyebut, kendaraan Mitsubishi Fuso saat ini sudah menggunakan teknologi mesin Euro 4. Mesin Euro 4 biasanya membutuhkan BBM dengan sulfur yang rendah.
"Nah yang cocok sebenarnya Pertamina Dex. Untuk itu makanya kita ada semacam guidance kepada konsumen yang menggunakan Euro 4 tapi mau menggunakan B50, itu ada beberapa saran atau guidance dari kita untuk dilakukan," sebut Aji.
" Ya yang paling penting adalah para konsumen bisa melakukan secara disiplin perawatan kendaraan mereka, pengecekan filter, penggunaan bahan bakar yang bagus, kemudian ada beberapa saran kita untuk bisa memastikan kendaraan beroperasi dengan maksimal. Salah satunya filternya harus rutin, kemudian penggunaan injector cleaner, untuk memastikan injektornya dapat berfungsi dengan baik," jelas Aji.
Simak Video "Video Jeritan Nelayan soal Harga Solar: Berhenti Mati, Lanjut Juga Mati"
(rgr/dry)