B50 Diklaim Bisa Perpanjang Usia Filter Solar, Begini Kata Isuzu

B50 Diklaim Bisa Perpanjang Usia Filter Solar, Begini Kata Isuzu

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 21 Jul 2026 14:40 WIB
Produk Biodiesel B50
Biodiesel B50. Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Karawang -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan hasil uji jalan biodiesel B50 menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan B40. Salah satu indikator yang disorot adalah usia pakai filter bahan bakar yang diklaim bisa lebih panjang. Apa tanggapan Isuzu?

Menurut Bahlil, pada penggunaan B40 filter bahan bakar umumnya perlu diganti setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer. Sementara itu, dalam pengujian B50 terdapat kendaraan yang sudah menempuh 40.000 kilometer, namun filter bahan bakarnya belum perlu diganti.

"Apa dasarnya? Kalau B40 itu filternya itu diganti pada ukuran 10.000 sampai dengan 20.000 kilometer. Nah, buat B50, bapak ada yang 40.000 belum diganti filternya," ujar Bahlil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pengujian B50 telah dilakukan sekitar enam bulan dengan melibatkan berbagai jenis kendaraan dan moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, dan mobil penumpang, termasuk kapal.

"Ini test case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil Mercedes pun dites, Pak. Bus. Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin, kapal-kapal semuanya kita tes," terang Bahlil.

ADVERTISEMENT

Tanggapan Isuzu

Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosadi, mengaku pihaknya telah membaca hasil uji tersebut. Namun, Isuzu belum bisa memastikan bahwa penggunaan B50 benar-benar membuat usia pakai filter solar menjadi lebih panjang.

"Ya saya juga baca beritanya, tapi jujur kami tidak memahami secara persis bagaimana pengetesan yang dilakukan," kata Anjar kepada wartawan di Karawang (20/7/2026).

Menurut Anjar, secara karakteristik biodiesel justru memiliki sifat yang membuat kerja filter bahan bakar menjadi lebih berat.

"Karakter dari biofuel ini adalah hidroskopis, menyerap air dan juga kemampuan cleansing yang tinggi. Sebenarnya itu cenderung akan bikin fungsi filter menjadi lebih berat. Artinya, filter bahan bakar itu harus bergerak lebih ekstra, harus menyaring air dan kotoran-kotoran yang tergerus oleh biofuel itu sendiri," jelas Anjar.

Meski demikian, berdasarkan pengujian internal yang dilakukan Isuzu, belum ditemukan adanya penurunan performa kendaraan maupun masalah pada sistem bahan bakar saat menggunakan biodiesel.

"Kalau dibilang jadi lebih panjang, kami belum menemukan itu. Tapi konteksnya masih normal," ujar Anjar.

Isuzu juga menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan biodiesel B50. Bahkan, Isuzu telah melakukan berbagai uji coba menggunakan kendaraan produksinya.

"Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kami, pastinya kami melakukan trial dan mencoba terkait dengan kendaraan-kendaraan yang kami produksi menggunakan B50 itu sendiri," katanya.

Anjar mengakui masih ada sejumlah tantangan karena karakter biodiesel berbeda dengan solar konvensional. Oleh sebab itu, pengguna diimbau buat memperhatikan kualitas bahan bakar dan melakukan perawatan berkala.

"Kami harapkan para pelanggan memastikan sumber bahan bakarnya berasal dari tempat yang terpercaya sehingga kandungannya sesuai spesifikasi. Kemudian memastikan perawatan berkala kendaraan dan kondisi filter bahan bakarnya," ujar Anjar.

Kata dia, hingga saat ini hasil pengujian Isuzu menunjukkan kendaraan tetap bekerja normal tanpa perubahan performa signifikan. Pengujian bahkan masih terus berlangsung hingga jarak tempuh 60.000 kilometer untuk memantau dampak jangka panjang penggunaan biodiesel terhadap komponen kendaraan.

"Dari hasil uji coba tidak ada masalah dan semuanya masih berjalan dengan normal," tutup Anjar.



(lua/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads