ADVERTISEMENT

Tuksedo Studio Bali Ditantang Bikin Mobil Listrik

Jihaan Khoirunnisaa - detikOto
Sabtu, 09 Apr 2022 22:57 WIB
Tuksedo Studio di Indonesia International Motor Show 2022
Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Founder Tuksedo Studio Pudji Handoko dan Deputi Komunikasi dan Media IMI Pusat Atta Halilintar memperkenalkan Tuksedo Studio sebagai workshop pembuatan mobil klasik legendaris secara handmade.

Tuksedo Studio juga dipercaya membuat trofi untuk para juara World Superbike 2021 dan MotoGP 2022 yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, NTB beberapa waktu lalu.

Tempat ini juga sekaligus melayani pembuatan plakat penghargaan untuk para peserta yang berpartisipasi dalam ajang International Motor Show Hybrid 2022 (IIMS Hybrid 2022) yang diselenggarakan Dyandra Promosindo di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

"Selain membuat mobil klasik dan trofi yang sudah menjadi andalannya, Tuksedo Studio saya tantang agar tahun depan bisa membuat mobil listrik nasional. Mobil listrik yang dibuat langsung oleh tangan anak bangsa, asli made in Indonesia," kata Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (9/4/2022).

"Selain itu, Tuksedo Studio juga saya tantang agar bisa membuat mobil yang bodynya bisa diganti secara mudah. Sehingga pemilik kendaraan yang bosan dengan bodi dan warnanya, bisa dengan mudah menggantinya, tinggal copot dan pasang bodi baru. Saya yakin Tuksedo Studio mampu menjawab kedua tantangan tersebut," lanjutnya.

Usai menghadiri Konferensi Pers di booth Tuksedo Studio di IIMS Hybrid 2022 hari ini, Bamsoet menjelaskan IMI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat untuk bekerja sama menjadikan industri modifikasi otomotif sebagai bagian dalam memperkuat tulang punggung perekonomian nasional, baik dalam bentuk kit car maupun restorasi.

Ia menjelaskan pihaknya juga mendukung langkah Menteri Parekraf Sandiaga Uno yang akan memasukan sektor modifikasi otomotif dalam peraturan pemerintah sebagai turunan dari UU No.24/2019 tentang Ekonomi Kreatif. Menurutnya upaya PP tersebut dapat menjadi payung hukum bagi industri modifikasi otomotif di Tanah Air.

"IMI bersama Kementerian Perhubungan juga sedang menyusun regulasi agar kendaraan kit car dan hasil modifikasi otomotif lainnya bisa legal digunakan di jalan raya. IMI mengusulkan, sesuai tren otomotif di berbagai negara dunia, agar ke depannya nomor mesin tidak perlu lagi dijadikan dasar legalitas. Karena kendaraan kit car ataupun hasil modifikasi otomotif lainnya, biasanya menggunakan mesin dari kendaraan lainnya. Dengan melegalkan kendaraan modifikasi, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri modifikasi di Asia Tenggara, Asia, dan bahkan dunia," jelas Bamsoet.

Bamsoet menyebut Indonesia patut bangga karena memiliki Tuksedo Studio sebagai rumah bagi para seniman otomotif dalam membuat mobil klasik secara handmade.

Dia menjelaskan, para pekerja di Tuksedo Studio berasal dari sumber daya manusia lokal Bali dan sekitarnya, dengan rata-rata bergelar sarjana. Sehingga dapat membuka kesempatan kepada para mahasiswa untuk magang di sana.

Menurutnya hal tersebut sekaligus membuktikan kualitas anak bangsa yang mampu membuat kendaraan dengan kualitas internasional. Bamsoet mengatakan lokasi workshop yang berada di Bali juga menjadikan Tuksedo Studio sebagai destinasi sport automotive tourism yang bisa menarik wisatawan untuk datang.

"Kendaraan klasik punya pesona tersendiri. Tidak mudah mendapatkannya, selain tidak diproduksi lagi oleh pabrikan aslinya, jumlahnya yang terbatas dan sudah dimiliki berbagai kolektor, menjadikan nilai jualnya sangat tinggi. Sebagai contoh, Mercedes-Benz 300 SL Gullwing yang dilelang di Christie berhasil laku dijual mencapai USD 4 juta. kehadiran Tuksedo Studio bisa menjadi jawaban bagi para pecinta kendaraan klasik untuk memiliki kendaraan klasik impiannya dengan harga terjangkau," terang Bamsoet.

Dengan mengusung Welcome to the Place Where Science and Art Break Even, lanjut Bamsoet, Tuksedo Studio mampu memproduksi kendaraan klasik dari nol. Mulai dari tahap 3D design, rekonstruksi rangka, dan memasang plat alumunium berbobot ringan, hingga pembangunan aspek estetika dan ergonomi mobil. Hasil pengerjaannya pun tidak kalah dibandingkan produk aslinya. Kesan elegannya tetap terasa, seperti memiliki kendaraan aslinya.

"Berbagai kendaraan klasik yang sudah diproduksi Tuksedo Studio Bali antara lain, Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957). Kemudian Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958)," pungkas Bamsoet.



Simak Video "Masyarakat Mulai Tertarik Kendaraan Listrik, Ini Faktor Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT