PCI yang diwakili oleh perwakilan dari Exora Owners Club Indonesia (EOCI) dan Gen2 Indonesia Car Community melakukan lawatan ke Malaysia yang disponsori oleh PT Proton Edar Indonesia.
Kesempatan untuk mengunjungi Malaysia negara pembuat kendaraan Proton tidak disia-siakan oleh para anggota PCI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proton Club Indonesia (PCI) berangkat pada hari Jumat tanggal 8 April 2011 pada pukul 11.00 dengan menggunakan pesawat Malaysia Airlines. Rombongan PCI terdiri dari 10 orang dan didampingi oleh Bapak Salman Farouk Al Hakim dari PT Proton Edar Indonesia (PEI) sebagai penanggung jawab rombongan.Β
Jalan-jalan ke Malaysia adalah dalam rangka melihat sesi ke-2 dari Formula 1 di Sepang, Malaysia dimana sebagai pengguna Proton kita juga dapat melihat sepak terjang dari Team Lotus Renault GP bersama Nick Heidfeld dan Vitaly Petrov.
Karena Malaysia merupakan negara asal dari kendaraan Proton tentu PCI ingin dapat berjumpa dengan Protoners Malaysia, seperti Proton Club Malaysia (PROCC), Exora Owners Club Malaysia (EOCM), Proton Saga BLM Owners Club (PROSBOC) dan mencari aksesoris dan pernik Proton yang tidak ada di Indonesia.
Setibanya di Malaysia pihak PCI dijemput oleh EOCM sebanyak 10 kendaraan. Di sini kita terkagum-kagum dengan berbagai modifikasi yang dilaksanakan oleh EOCM.Β Satu lagi yang bikin kita kagum adalah betapa tertibnya mereka dapat berkonvoi. Dan konvoi dengan kecepatan sesuai di tol tanpa mengganggu pengguna tol yang lain. Bayangkan 10 kendaraan dapat melaksanakan konvoi dengan rapih dengan kecepatan 110-120 km/jam.
Agenda pertama setelah penjemputan adalah melaksanakan makan siang yang kesorean di daerah Kampung Baru, Kuala Lumpur. Setelah semua kenyang maka dilaksanakan check-in di Hotel The Nomad Sucassa, Jl Ampang 222 , Kuala Lumpur yang merupakan basecamp dari PCI selama berada di Malaysia.
Agenda yang kedua adalah dijemputnya anggota PCI oleh EOCM untuk dilaksanakan makan malam bersama antara PCI, EOCI dan GICC dengan EOCM di kedai Upin-Ipin di Shah Alam.
Kedai Upin-Ipin merupakan restoran resmi dari LβCopaque yang merupakan produsen dari kartun Upin dan Ipin yang terkenal di Indonesia dan kebetulan di seberang restoran adalah Studio LβCopaque dimana kita dapat melihat tata cara pembuatan kartun Upin dan Ipin. Pada acara makan malam yang disebut oleh rekan-rekan EOCM sebagai TT (Teh Tarik Time) dihadiri oleh sekurangnya 35 Exora dan semua membawa keluarganya menyambut teman-teman PCI. Disini juga dilakukan penukaran cendera mata berupa plakat, kemeja PCI dan polo shirt bagi Exorian Wanita.
Acara TT ini juga dihadiri oleh Presiden FK3O Amroe Wahyudi dan Humas FK3O Pujiyono Wahyuhadi yang kebetulan hadir untuk menonton F1 di Sepang.
Disini dapat dilihat kekompakan klub-klub mobil di Malaysia dan ternyata masalah konvoi mereka bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia dalam hal pengaturan tata cara konvoi dengan mengajarkan para Road Marshalls dan Road Captains. Hal yang seharusnya dapat dicontoh di Indonesia untuk dilaksanakan bersama Ditlantas Polri.
Setelah makan malam dilakukan photo session di Dataran Shah Alam di samping Stadion Bola Shah Alam dimana di sana kita dapat melihat cara-cara bergaul anak muda Malaysia.
Lucunya kita melihatnya sebagai cara pergaulan sewaktu Senayan atau Monas di tahun 90-an, dan modifikasi di Indonesia ternyata jauh lebih ekstrim dibanding mereka.
Hari Kedua 9 April 2011
Untuk hari kedua dari jalan-jalan PCI ke Malaysia adalah dengan tujuan berβpusing-pusingβ di Kuala Lumpur mencari oleh-oleh dan yang pasti aksesoris dan spareparts. Dari segi wisata dilakukan Foto session bersama PROCC (Proton Owners Car Club) yang berganti nama menjadi Proton Club Malaysia dan merupakan setara dengan Protob Club Indonesia (PCI).Β
Pihak PROCC mengantar PCI ke KLCC serta ke Chocolate Factory Berryl di Taman Rakyat, Kuala Lumpur. Selesai puas belanja coklat perjalanan dilanjutkan ke Naga Motorsport di daerah Port Klang dimana diborong segala macam asesoris high performance seperti filter, strutbars, lowering kit dan sebagainya.
Yang membuat kita mencengangkan adalah harga yang jauh lebih murah daripada di Indonesia. Yang pasti bagi klub otomotif sepertinya perlu dibuatkan wisata belanja aksesoris ke Malaysia. Dari Klang perjalanan dilanjutkan ke Putrajaya ke Unimec yang menjual berbagai macam asesoris tampilan. Di sini PCI juga ramai belanja aksesoris dan yang pasti dapat overweight kalau kita pulang.Β
Setelah selesai dan puas belanja-belanja maka perjalanan dilanjutkan untuk salat Magrib terlebih dulu di Masjid Negara dan foto-foto di Dataran Merdeka Kuala Lumpur yang ditutup dari kendaraan pada tiap weekend.
Acara pada hari kedua diakhiri dengan makan malam bersama PCI dan PROCC di daerah Istana Budaya dimana merupakan TT terbesar bagi PROCC untuk menyambut PCI. Disini juga dilakukan pembagian cenderamata dan pemberian sepatah dua patah kata oleh pengurus PROCC dan PCI serta PEI.Β Karena ternyata kabar bahwa PCI hadir di KL sampai ke club Proton yang lain, maka ada juga ikut gabung PROSBOC yang merupakan klub pemilik Proton Saga BLM. Mereka datang sebanyak 28 mobil dan memperlihatkan modifikasi yang sangat baik, walau tidak seekstrem di Indonesia namun dapat membuktikan bahwa Proton Saga merupakan kendaraan yang dapat dimodifikasi dengan baik.
Hari Ketiga 10 April 2011
Hari ketiga merupakan raceday Formula 1 dan disini semua telah diatur oleh pihak Proton Holdings Sdn. Bhd (Terima kasih sebesarnya kepada PEI dan Proton Holdings).
Suasana Formula 1 tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata apalagi lengkingan dari kendaraan F1 tiap lewat Grand Stand.
Yang juga patut diacungin jempol adalah tata cara pengaturan lalu lintas yang walau macet tidak membuat orang-orang main salip kiri kanan. Disiplin yang tinggi dalam berlalu lintas yang patut dicontoh.
Hari Keempat 11 April 2011
Ini adalah hari terakhir dari kunjungan PCI dan juga merupakan salah satu hari yang paling menarik karena di sini kami diizinkan ke Center of Excellence dari Proton dimana kita dapat melihat Service Center yang sangat besar dan dapat mengerjakan 60 kendaraan sekaligus.Β
Dan yang paling penting adalah dapat melihat secara langsung pembuatan dari Proton di Shah Alam.Β
Ternyata Proton sudah menerapkan perakitan dengan full robotic dimana peran manusia hanya untuk operate computer dsb.
Berbeda dengan di Indonesia dimana masih ada beberapa bagian dari produksi yang masih harus menggunakan manusia.
Di pabrik Proton kita juga dapat mencoba Proton Inspira yang merupakan produk baru Proton sebagai pengganti Waja dan sebelas dua belas dengan Mitsubishi Lancer. Kalau Proton Inspira masuk Indonesia diyakini akan meningkatkan penjualan bagi pembeli yang menginginkan Mitsubishi Lancer dengan harga murah.
Selepas makan siang dan berpamitan dengan manajemen Proton maka PCI bersama EOCM kembali ke Bandara KLIA untuk melakukan check-in. Beruntung semua lancar dan kami selamat tiba di Indonesia.
Terima kasih Proton Edar Indonesia, Terima Kasih Proton Holdings, Bhd, Terima Kasih EOCM serta PROCC yang telah membantu dan melancarkan perjalanan kami di Kuala Lumpur.
Salam
Ariefin Makaminan
Ketua Exora Owners Club Indonesia.
Β
Β
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi