Hal ini lah yang menjadi alasan dr Nani Trisiwi, dokter yang sehari-hari praktek di rumah sakit Fatmawati memilih Honda Jazz tahun 2005 berwarna pink.
"Bukannya saya tidak ingin mendukung program pemerintah untuk menggunakan kendaraan umum. Tetapi saya sudah pernah mencobanya. Namun karena banyaknya polusi, membuat saya menjadi batuk untuk jangka waktu yang cukup lama hingga 2 bulan," kata ibu dari 3 anak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum lagi ditambah macet, hujan, serta kendaraan lain yang sering berlaku semaunya di jalanan. Membuat saya lebih nyaman berkendara sendiri," tambahnya.
Selain itu, wanita yang senang memodifikasi tanpa menghilangkan fungsi dari kendaraannya ini, mengaku sering ditandai kedatangannya ke kantor oleh para petugas yang sedang bertugas.
"Saya memang pecinta warna pink semenjak kecil, oleh sebab itu saya memilih kendaraan ini. Terlebih lagi kendaraan ini memiliki bentuk yang unik, lucu dan eye catching. Sehingga apabila saya menaruh dimana saja sangat mudah ditemukan, tapi saya telah mengubah bagian dalam dengan nuansa pink juga loh," kata dokter yang juga menjabat sebagai Kasub Komite Pencatatan dan Pelaporan Pengembangan Mutu RS Fatmawati ini.
Wah kalau tengah mengantuk di jalan bagaimana cara mengusirnya ya Bu Dokter?
"Sebenarnya banyak cara untuk menepis rasa bosan dan mengantuk di dalam kendaraan. Tetapi kalau saya, hal pertama yang saya lakukan adalah mendengarkan stasiun radio, agar mengetahui informasi terbaru. Selain itu saya sering membaca dzikir atau surat-surat pendek, untuk memohon keselamatan kepada Tuhan," ujarnya.
"Sedangkan apabila saya sedang dilanda rasa kantuk yang berat, maka saya tidak akan mengendarai kendaraan. Dan apabila memang saya harus meminum obat yang menyebabkan mengkantuk, saya akan meminumnya setelah saya sampai di tujuan saya. Selain itu saya selalu mengemut permen pedas agar tetap terjaga," tutup dr Nani sambil tersenyum.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas