'Ah Biarin, Kan Pakai Asuransi'

'Ah Biarin, Kan Pakai Asuransi'

- detikOto
Rabu, 24 Nov 2010 13:25 WIB
Ah Biarin, Kan Pakai Asuransi
Jakarta - Siang itu, saya terperangkap di dalam sebuah bus, di jalanan di Jakarta yang macet. Bus umum yang saya tumpangi, berada tepat di belakang sebuah mobil crossover keluaran Jepang. Sambil memencet klakson berkali-kali, sopir bus itu menekan berkali-kali pedal gas bisnya sehingga terdengar deru mesin. Tak sabar rupanya, bus pun acap kali hampir menabrak mobil yang berada di depannya.

"Sabar aja bang, kan lagi macet ini, entar tuh mobil di depan kegores tahu rasa," Saya mendengar seorang penumpang yang duduk di dekat sopir, memberi saran. Namun ucapan penumpang itu tak digubris sang sopir. Sang sopir malah lebih berani lagi.

"Ah biarin saja, kan itu mobil pasti pakai asuransi, gak apa-apa kalau kena baret, diganti sama asuransi," ujarnya yakin kalau mobil di depannya dilindungi asuransi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpang itu pun geleng-geleng kepala. Saya juga. "Itu sopir gak tau aturan, kan kita mesti bayar administrasi asuransi ratusan ribu kalau kita mau klaim, memangnya dia mau bayar," tutur penumpang lainnya, seorang wanita muda, berbisik kepada saya.

Saya hanya tersenyum menganggukan kepala. Dalam hati, wanita itu benar. Untuk satu kali kejadian, biasanya perusahaan asuransi membebankan biaya administrasi bagi nasabahnya, biaya bervariasi namun umumnya ongkosnya berkisar Rp 200.000 sampai dengan Rp 300.00.

Ketika mobil mengalami tabrakan, pengguna mobil harus mengurus klaim asuransi ke kantor asuransi yang bersangkutan, kemudian nanti si petugas asuransi mensurvei dan memeriksa kerusakan mobil. Pengguna mobil pun pasti direpotkan dengan tetek bengek pengurusan asuransi itu.

Andai pak sopir bus itu menyadarinya? Atau jangan-jangan dia tahu namun tak keburu apatis tergilas kejamnya jalanan ibukota. Ah tidak.............
(ddn/tbs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads