Lulus Emisi, Mana Stikernya?

Lulus Emisi, Mana Stikernya?

- detikOto
Kamis, 15 Okt 2009 10:03 WIB
Lulus Emisi, Mana Stikernya?
Jakarta - Rencana pemerintah DKI Jakarta untuk menilang para pengendara mobil yang tidak memiliki stiker tanda lulus uji emisi pada bulan November mendatang masih diragukan sebagian pengendara mobil.

Alasannya sederhana, stiker tanda lulus uji emisi itu ternyata masih langka. Bahkan 'tiket untuk tidak ditilang' ini pun ternyata masih langka di bengkel-bengkel yang telah bersertifikat sekalipun.

Sulitnya mencari bengkel bersertifikat yang menyediakan stiker tanda lulus uji emisi pun ternyata bukan hanya dirasakan oleh detikOto saja. Namun juga oleh kalangan komunitas roda empat di Indonesia atau Jakarta khususnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut dirasakan oleh Karimun Club Indonesia (KCI) sudah sejak dua tahun lalu menjalankan program uji emisi bersama setiap enam bulan sekali.

"Nah, bulan Agustus lalu ketika kita uji emisi bareng, masak tidak ada stiker di bengkel, kata orang bengkel, stiker mereka habis dan belum mendapat kiriman lagi," cerita Ketua Umum KCI Pujiyono Wahyuhadi kepada detikOto.

Hingga Rabu 14 Oktober kemarin, Pujiyono mengaku belum mendapat konfirmasi dari bengkel tentang adanya stiker tersebut.

Hal serupa juga dialami oleh Ketua Umum Ford Community I Wayan Siu Kumara. Wayan mengakui langkanya stiker tanda lulus uji emisi ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

"Sudah sejak berapa bulan lalu pas aku uji emisi, stiker memang tidak ada di
bengkel, mana stikernya?," cetusnya.

Tapi hal itu menurut Wayan tidak terlalu merisaukan. Sebab esensi uji emisi
menurutnya bukanlah ada di stiker tersebut, tapi pada kepedulian kita merawat
kendaraan kita.

"Kalau kendaraan kita sehat, stiker itu buat apa? Hanya jadi pajangan di mobil saja kan," cetus Wayan.

Sementara dedengkot Avanza-Xenia Indonesia Club (AXIC) Bagus Brawono juga
memiliki pendapat serupa.

"Kebijakan itu memang bagus, tapi sering terkendala masalah teknis, ya itu tadi, stikernya sering habis di bengkel. Kalau sudah begitu, masa kami yang disalahkan?," ungkap Bagus.

Stiker tidak diberi, yang ada hanya buku lulus emisi dari BPLHD.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads