Seat Belt Kini Tak Harus Dipaksa

Seat Belt Kini Tak Harus Dipaksa

- detikOto
Selasa, 05 Mei 2009 13:06 WIB
Seat Belt Kini Tak Harus Dipaksa
Jakarta - Hari ini 5 Mei, 5 tahun yang lalu tepatnya 5 Mei 2004 aturan penggunaan seat belt mulai diterapkan di Indonesia.

Nah, sekarang bagaimana dengan pengendara sendiri, apakah seat belt sudah menjadi kebutuhannya ketika hendak mengemudi?

detikOto mencoba menghubungi beberapa klub maupun komunitas mobil di Jakarta, untuk berkomentar mengenai piranti keselamatan berupa sabuk ini, Selasa, (5/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karimun Club Indonesia (KCI), melalui ketuanya, Pujiyono Wahyudi, angkat komentar mengenai hal itu ketika dihubungi detikOto

Menurut Pujiyono, KCI memang sudah rutin mengkampanyekan pentingnya memperhatikan keamanan ketika berkendara.

"Salah satunya, ya pemakaian safety belt ketika berkendara," ujarnya.

Penggunaan seat belt, lanjut Pujiyono, bahkan sudah tidak lagi dianggap sebagai keharusan, tapi kebutuhan, yang secara otomatis orang akan mengenakannya ketika hendak mengemudi.

"Bahkan, banyak anggota yang mencari perangkat seat belt untuk dipasang pada jok belakang," paparnya, seraya menambahkan kalau Suzuki Karimun, baru jok depannya saja yang sudah dilengkapi safety belt.

Serupa dengan KCI, Innova community pun, melalui Ketua Hariannya, Kicky Nelwan berkomentar mengenai hal serupa.

"Seat belt bagi kami sepertinya sudah bukan kewajiban lagi, tapi kebiasaan," ucap Kicky.

Jadi, lanjut Kicky, ketika masuk dan duduk di dalam mobil, secara otomatis, tangan akan menggapai dan mengenakan sabuk pengaman tersebut.

"Terlepas dari adanya kesadaran atau tidak, seat belt sepertinya sudah menjadi kebiasaan," ujar Kicky.

Karenanya, dari sekian cerita yang didengar dari para anggotanya, Kicky menyatakan, belum pernah mendengar ada anggotanya yang ditilang polisi hanya gara-gara tidak mengenakan safety belt.

"Sudah otomatis sih, jadi ketika duduk, langsung mencari sabuk pengaman tersebut," aku Kicky.

Sementara dari poling yang didapat dari jejaring Facebook, beberapa responden berkomentar dengan reaksi yang beragam mengenai penggunaan sabuk pengaman ketika berkendara.

Mereka berpendapat, seat belt memang sudah seharusnya menjadi piranti wajib pada sebuah mobil, "Tapi ya harus digunakan dong, bukan cuma perangkat standar doang," ujar salah satu anggota.

Selain itu, ada pula yang berkomentar, bahwa untuk jarak tertentu, apalagi di jalan tol atau jalur luar kota, seat belt adalah sebuah keharusan.

"Tapi kalau cuma muter-muter sekitaran komplek, rasanya ribet kalau harus menggunakan seat belt," ujar responden lainnya.

Nah, brother sister semua, tinggal ditimbang-timbang sendiri, penggunaan sabuk pengaman ketika mengemudi memang sudah bukan keharusan lagi, tapi kebutuhan.

Karenanya dibutuhkan kesadaran yang kelak dijadikan kebiasaan.

Bayangkan saja, berapa kocek uang yang harus dikeluarkan bila tiba-tiba terjadi kecelakaan, kepala sampai harus membentur kaca depan mobil karena tidak pakai seat belt. Wui serem!

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads