Si Jukud Kebanggaan Abhi

Si Jukud Kebanggaan Abhi

- detikOto
Rabu, 17 Sep 2008 11:28 WIB
Si Jukud Kebanggaan Abhi
Jakarta - Athlete-ku, kuberikan nama Si JUKUD ( bahasa sunda = Si Rumput ), karena aku pilih hijau untuk warnanya, dan perkenalkan aku sebagai majikan barunya, Abhirama. Pertama aku telah mengincarnya dari lama, semenjak Maret 2008, sewaktu launching di Philipina. Dikarenakan motorku yang lama telah lelah mengarungi jalanan Jakarta, kupilih Athlete sebagai teman di jalan karena Kawasaki itu kental dengan mesin bandelnya dan tidak rewel untuk dimiliki, ya cerita dari teman-teman dekatku dan akhirnya terbukti setelah dimiliki.

Setelah lama menanti, momen launching 3 pendekar Kawasaki aku pun tidak bisa datang (Mei 2008), sudah sungguh putus asa waktu itu dikarenakan mendengar indent-nya sangat panjang, tapi waktu pun terus berlalu dengan segala masukan untuk mengambil merek lain. Tidak dirasa PRJ pun datang juga. Pada hari ke-2, aku dan keluarga mengunjunginya dan tidak ada bahasa lain di stan Kawasaki,β€œ Mbak, aku indent yang hijau ini, dan kapan datang?," Jawabnya 3 minggu. Jadilah DP dan surat pengajuannya pun ditandatangani segera.

Yah lama juga rasanya menunggu. Tapi ternyata kurang dari 3 minggu sudah diantar dan 3 minggu lagi peneng Si Jukud pun disetujui Polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ku pandang lekuk tubuhnya, sungguh sangat kagum dengan desainnya yang sangat eksotis. Semua hasrat untuk memodifikasinya jadi hilang dikarenakan semuanya sudah tersaji pas dengan seleraku. Bentuknya manis, rem cakram depan plus belakang, velg pun sudah racing, nah aku paling tidak bisa merasakan mesin standar pabrikan, kujalankan dia untuk pemanasan di sekitar komplek, ehm performanya unik, raungan mesin pun sangat melengking tinggi dikarenakan Si JUKUD telah menggunakan CDI Unlimiter, sungguh sangat mengagumkan. Masih di masa unreyen, dia pun ku ajak lari sampai dengan 120 Km/jam, sangat mudah dicapainya.

Yang bisa aku bedakan dengan merek lain, adalah performa shock yang sangat mantap untuk melibas jalanan Jakarta yang kurang layak, dikarenakan shock depan yang berdiameter (besar) sama dengan motor laki sehingga sangat mantap dalam pengereman dan kenyamanan. Mata beralih ke shock belakang, wah tidak dikira dengan sistem mono shocknya Kawasaki bikin ulah lagi untuk trendsetter posisi shock, tidak dikira posisinya yang nyaris tiduran sangat nyaman bagi pecinta tikungan tajam maupun pendek, sangat stabil dalam melakukan hal tersebut.

Kembali lagi ke sektor mesin, Athlete menggunakan mesin lama yang pernah digunakan oleh model bebek sebelumnya, dan itu pun tidak diragukan lagi untuk kelayakan di kecepatan tinggi, terutama setelah dicangkok CDI yang unik.

Untuk pengisian bensin pun, letak tangki tidak selayaknya motor lain yang di bawah jok, Dia berada di tengah layaknya motor laki A.K.A sport lainnya, yah itu sebuah fitur yang diperkenalkan Kawasaki untuk kenyamanan berkendara, dengan kapasitas 5,3 lt yang relatif besar dan dapat diajak jalan dengan konsumsi rata-rata 40 Km/lt.

Setelah kira-kira sebulan aku mengunakannya, ku temukan wadah untuk berkumpul sesama pemilik Athlete, yaitu BKRC dan terima kasih kepada Blog Mas Rudi Triatmono karena di situ, aku dertemu dengan teman-teman Si JUKUD. Semua di dalamnya kita bahas satu demi satu kelebihan dan kekurangan yang kita rasakan dan semuanya membawa hal yang positif.

Terima kasih Mas Bono ( Detik ) dan semua teman di BKRC.
Bravo KAWASAKI , β€œLET THE GOOD TIME ROLL’

(tbs/tbs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads