Brak! Detik-detik Bocah Tarik Gas Motor saat Antre di Pom Bensin

tim detikcom - detikOto
Jumat, 02 Okt 2020 09:58 WIB
Bocah tarik gas motor
Dibonceng di depan, bocah tarik gas motor saat antre isi bensin Foto: screenshot instagram @infonganjuk
Jakarta -

Skutik jadi motor favorit masyarakat Indonesia, namun tak jarang masih pemandangan membonceng anak kecil di depan dengan mudah ditemui. Alih-alih aman terkendali sebenarnya pilihan itu bisa memicu petaka.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sepeda motor Vario putih sedang antre untuk mengisi bensin di SPBU Warujayeng, Nganjuk, Jawa Timur. Sang anak sedang dibonceng di depan.

Saat mengantre, motor sempat berhenti, namun kondisi mesinnya masih menyala, sementara wanita yang bonceng di belakang turun dari motor. Tiba-tiba saja motor langsung loncat, menabrak beberapa pengendara di depannya, diduga sang anak memuntir handle grip gas tersebut.

"Hati-hati bagi yg suka bonceng anak didepan, TKP: Pom Warujayeng," demikian caption video yang diunggah oleh akun instagram @infonganjuk.

Video yang sudah ditonton sebanyak 34.760 kali ini memancing respon warganet. Kebanyakan menyayangkan aspek keselamatan saat membonceng anak di depan.

"Kalo lagi bonceng ponakan atau siapapun anak kecil, tangan kanan nggak pernah lepas dari gas.. kalau pun mau di lepas, selalu motor di standart in dulu, karena kalo udah di standart in otomatis mesin mati," tulis akun @maya_ayun.

"Ini suatu kecerobohan dari pihak orang tua,agar lebih berhati hati...," komen akun @febranika_k.

[Gambas:Instagram]



"Untung seng bayi di gendong Mak e wes mudun (untung bayi yang digendong ibunya sudah turun)," tulis anggabudihidayat.

Pakar keselamatan berkendara sepakat jika menempatkan si anak duduk di bagian depan sama saja menghadapkannya langsung dengan bahaya. Membonceng siapapun itu termasuk anak sebaiknya memang duduk di belakang si pengendara.

"Jika terpaksa bersama orang tua, maka penempatannya adalah di tengah di antara orang tua dan bukan di area depan. Karena area depan lebih banyak bahaya dan risiko yang menimpa si anak," kata Inisiator Safety Kids Indonesia Wahyu Minarto yang akrab disapa Paman Billie.

Namun tak asal juga menaruh sang anak duduk di belakang. Kita harus memastikan kaki sang anak menapak di footstep dan berpegangan erat di sepeda motor.

Jika tidak, sebaiknya meminta bantuan orang lain untuk menjaga anak duduk di belakang. Walaupun hal itu tidak direkomendasikan. Hal tersebut dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pada Pasal 106 Ayat 9.

"Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang," bunyi pasal tersebut.

Apabila melanggar, pada pasal 292 dijelaskan, terancam pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.



Simak Video "Motor Listrik Mengaspal di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)