Pelajaran dari Kecelakaan Mobil Anggota DPR di Tol Paspro

Pelajaran dari Kecelakaan Mobil Anggota DPR di Tol Paspro

Ridwan Arifin, M. Rofiq - detikOto
Minggu, 24 Mei 2026 09:33 WIB
Mobil yang ditumpangi anggota DPR RI kecelakaan di Tol Paspro tewaskan 2 penumpangnya
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Mobil anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman mengalami kecelakaan di Km 834 jalur B Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Kendaraan yang ditumpangi Gus Hilman itu ringsek usai menabrak truk.

Berdasarkan foto yang diterima, seperti dilansir detikJatim, Minggu (24/5/2026), mobil Toyota Innova yang membawa Gus Hilman mengalami kerusakan parah di bagian depan. Mayoritas bagian depan mobil hancur hingga hampir tidak berbentuk.

Kecelakaan itu terjadi pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 15.14 WIB. Peristiwa itu melibatkan Toyota Innova dengan kendaraan dump truck.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan Innova dikemudikan Mahrus Ali dan membawa tiga penumpang, yakni Muhammad Hilman Mufidi, dan dua stafnya yakni Alex Anwaruh, dan Adinda Najwa.

Mobil yang ditumpangi anggota DPR RI kecelakaan di Tol Paspro tewaskan 2 penumpangnyaMobil yang ditumpangi anggota DPR RI kecelakaan di Tol Paspro tewaskan 2 penumpangnya Foto: Dok. Istimewa

ADVERTISEMENT

"Untuk kronologi, kendaraan Innova berjalan dari timur ke barat. Kemungkinan kurang konsentrasi atau sopirnya diduga ngantuk sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya berupa dump truck," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Taufik Sabtu (23/5/2026).

Taufik mengatakan, dump truck saat itu berada di lajur kiri dan berjalan searah dengan kendaraan Innova. Namun tiba-tiba mobil menghantam truk yang berada di depan.

"Posisi dump truck berjalan di lajur sebelah kiri, sehingga kendaraan Innova menabrak bak belakang sebelah kanan dump truck," tandasnya.

Akibat kecelakaan itu, dua orang yakni Alex Anwaruh dan Adinda Najwa (26). Keduanya diketahui merupakan staf Gus Hilman. Sedangkan dua orang lainnya, Hilman, anggota DPR RI dan sopirnya selamat.

"Untuk korban ada empat orang. Dua meninggal dunia, satu dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya dan satu lainnya dirawat di rumah sakit," kata Taufik.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, mengantuk merupakan 'musuh' pengemudi selama berada di jalan raya, terutama di jalan tol. Itulah mengapa, menurutnya, pengemudi tetap butuh pengawasan dari pendamping atau penumpang di dekatnya.

"Kecelakaan rata-rata terjadi karena hal-hal yang tidak disengaja. Oleh karena itu, siapapun pengemudinya tetap butuh pengawasan, baik orang terdekat atau bahkan nggak dikenal," ujar Sony kepada detikOto, beberapa waktu yang lalu.

"Kadang penumpang merasa driver yang sudah memiliki SIM pasti kompeten atau sehat secara fisik sehingga dianggap mampu. Pada kondisi-kondisi tertentu, kadang butuh teguran dan pengawasan dari penumpang. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah," tambahnya.

Lebih jauh, Sony mengingatkan, penumpang jangan terbuai dengan interior kendaraan yang nyaman dan bagus. Penumpang harus tetap bisa memastikan, pengemudi dalam kondisi bugar saat bertugas.

"Biasakan penumpang tidak mager atau merasa nyaman dengan suguhan interior yang apik sehingga mengabaikan peran driver. Tetap selalu lihat gesturnya, perilakunya, gerakan kendaraannya dan lain-lain. Jika nggak normal, tegur dan tanyakan. Kalau perlu, suruh berhenti untuk istirahat sebentar," kata dia.


Mengantuk memang menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar. Untuk mencegah kondisi mengantuk saat menyetir, pengendara harus melakukan perencanaan perjalanan. Salah satunya adalah durasi maksimal saat nyetir.

"Maksimal kalau dia dalam kondisi fit itu 2,5-3 jam harus istirahat. Itu kenapa kalau isi bensin jangan full. Orang Indonesia banyak sekali isi bensin full supaya nggak istirahat, ini ngeri," kata Sony.

Aktivitas yang dilakukan saat istirahat bukan cuma ngopi. Pengendara juga perlu melakukan stretching saat beristirahat.

"Penting adalah kita melancarkan peredaran darah. Karena kalau duduk terus pasti stuck kan. (Melancarkan) peredaran darah ini bisa strethcing ringan, menghirup udara, ngatur napas, berdiri," jelas Sony.

"Oke misalnya nggak mau melakukan stretching, putarin (sekeliling) mobil aja. Lihat-lihat kondisi mobil, cek ban, cek body sekeliling, itu udah cukup. Paling cuma 3-5 menit," katanya.




(riar/riar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads