Camry Terbakar Tewaskan Dua Orang, Korban Tak Bisa Selamatkan Diri?

Tim detikcom - detikOto
Senin, 07 Feb 2022 14:12 WIB
Sedan Camry tabrak separator busway dan terbakar di Senen, Jakata Pusat
Foto: dok. Istimewa. Sedan Camry tabrak separator busway dan terbakar di Senen, Jakata Pusat.
Jakarta -

Toyota Camry bernopol B 1102 NDY terbakar setelah menabrak separator Busway di Senen, Jakarta Pusat. Kecelakaan ini mengakibatkan pengemudi dan penumpangnya tewas. Kenapa korban tak bisa keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri?

Sebagai informasi, kecelakaan ini terjadi pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Awalnya, mobil Camry tersebut melaju dari arah Selatan ke Utara di Jl Raya Pasar Senen, Jakarta Pusat. Lalu sesampai di seberang Terminal Bus Senen menabrak separator dan mobil itu terbakar.

"Korban meninggal dua (2) orang, pengemudi dan penumpang. Identitasnya keduanya belum diketahui," ujar Kasat Lantas Wilayah Jakarta Pusat Kompol Purwanta dalam keterangannya, Senin (7/2/2022), seperti dikutip dari detikNews.

Korban Tak Sempat Ditolong

Dalam video yang dikirimkan oleh Kompol Purwanta, terlihat detik-detik mobil terbakar. Api membara membakar di mobil sedan tersebut. Sejumlah warga menyaksikan saat sedan terbakar itu. Dari video terdengar bahwa korban tidak sempat terselamatkan.

"Nggak bisa, nggak sempat ditolongin," ujar perekam. Kemudian terdengar arahan agar warga untuk mundur. Sementara kobaran api pada mobil tersebut semakin membesar.

Dua orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Selanjutnya polisi telah melakukan penanganan di lokasi dini hari tadi. Kedua korban tewas telah dievakuasi ke RSCM.

Dugaan Sementara Kenapa Korban Tak Bisa Keluar dari Mobil

Praktisi Road Safety dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting), Jusri Pulubuhu menduga penyebab korban tak bisa keluar dari mobil untuk evakuasi lantaran mengalami kondisi blackout alias pingsan.

"Kalau dilihat kronologinya, kenapa dia nggak bisa lolos? Harusnya kan dia masih punya waktu (selamatkan diri), mungkin, patut diduga pada saat terjadi benturan itu, impact-nya terlalu besar, sehingga kedua orang tadi itu mengalami blackout (pingsan), sehingga dalam kondisi tidak sadar tadi, kondisi api yang sudah muncul tidak dapat disikapi. Dalam kondisi normal, harusnya punya waktu. Tapi kita nggak tahu, apakah kondisi kedua korban itu langsung pingsan, ini harus diselidiki lagi," kata Jusri melalui sambungan telepon kepada detikOto, Senin (7/2/2022).

Lanjut Jusri menambahkan, seandainya kedua korban itu tidak bisa keluar karena pintu mobilnya terkunci setelah mengalami benturan, harusnya masih bisa keluar untuk evakuasi, dengan cara memecah jendela mobil.

"Kemungkinan itu bisa saja, tapi kalau kondisi penumpangnya sadar, mereka bisa memecah kaca mobil. Tetapi pada faktanya mereka tidak bisa selamat. Jadi saya lebih menduga mereka mengalami blackout," ujar Jusri.

Hal senada juga dikatakan praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana. Kata Sony, para korban yang tidak sempat selamatkan diri bisa disebabkan karena pingsan, ada di bawah pengaruh alkohol, atau safety belt-nya susah dibuka.

"Lalu itu kejadiannya dini hari, di mana waktu itu kondisi tubuh seharusnya beristirahat. Jadi ketika dipaksakan mengemudi, ada kondisi yang tak prima (fisik dan psikis). Jadi mengemudi di kondisi tersebut harus double waspada, pastikan tidak mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol," kata Sony dihubungi detikOto, Senin (7/2/2022).

"Kemudian kendaraan yang terbakar, bisa jadi akibat korsleting dari adanya benturan, mungkin ada kabel yang terganggu atau lepas dan mengakibatkan timbulnya api," tukasnya.

(lua/rgr)