Belajar dari Kasus Mobil Dibakar Tetangga Gegara Parkir Sembarangan: Parkir Juga Butuh Etika

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 30 Sep 2021 16:06 WIB
Warga Sragen membakar mobil tetangga
Warga Sragen membakar mobil tetangga Foto: Andika Tarmy/detikcom
Jakarta -

Ahmad Nuryanto (52) nekat membakar mobil tetangganya sendiri. Tersangka mengaku emosi gara-gara korban parkir mobil sembarangan hingga menutupi halaman. Bagaimana etika menumpang parkir supaya terhindar dari konflik?

"Tersangka merasa sakit hati mengingat mobil yang diparkir oleh pemilik selalu menghalangi rumah tersangka," ujar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat menggelar rilis kasus di Mapolres Sragen beberapa waktu yang lalu.

Tersangka yang merupakan warga Kampung Kauman, Kelurahan, Sregan Wetan, Sragen, Jawa Tengah mengatakan sedang keluar rumah dan mendapati mobil korban parkir di depan halaman rumahnya. Karena jengkel, tersangka kemudian mengambil cangkul untuk merusak mobil korban. Aksi pembakaran ini dilakukan tersangka pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 03.30 WIB.

"Tersangka menggunakan cangkul kemudian memecahkan kaca dan lalu menuang spirtus dan membakar menggunakan korek api," paparnya.

Etika menumpang parkir apalagi di wilayah tempat tinggal jadi perhatian jika belum memiliki garasi pribadi. Hal yang pertama perlu diperhatikan ialah izin.

"Karena izin itu penting apalagi jika ada efek mengganggu akses jalan orang lain," kata Praktisi Keselamatan Berkendara, Andry Berlianto saat dihubungi detikcom.

Kedua, posisikan mobil agar tidak menghalangi akses keluar masuk rumah atau toko. Ya, ini yang perlu menjadi perhatian. Alih-alih menumpang malah bikin repot orang lain.

"Parkir idealnya tidak dilakukan di sembarang tempat. Tidak parkir persis di depan pintu atau akses keluar masuk orang atau kendaraan," kata Andry.

Meminta izin dan memarkirkan mobil dengan tidak mengganggu akses sebaiknya jadi pegangan jika hendak menumpang parkir.

[halaman selanjutnya: aturan tentang parkir dan kewajiban memiliki garasi]