Viral Moge Terbakar saat Touring: Awas Motor Kamu Bisa Hangus Juga!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 20 Sep 2021 19:54 WIB
Video motor gede (moge) terbakar di jalur Wisata Gunung Bromo viral di media sosial. Polisi membenarkan peristiwa tersebut.
Moge Terbakar di Jalur Wisata Gunung Bromo. Foto: Tangkapan Layar.
Jakarta -

Video motor gede (moge) terbakar di jalur Wisata Gunung Bromo viral di media sosial. Pengendara moge Ducati tersebut tengah touring. Di tengah perjalanan, motor tiba-tiba terbakar.

Peristiwa motor terbakar itu terjadi di Desa Sapi Kerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/9) lalu. Motor tersebut merupakan bagian dari rombongan klub moge dari Jakarta yang touring ke Bali.

"Benar rombongan kami, dari berbagai jenis dan merek motor gede, semuanya rombongan dari Jakarta gelar touring Jakarta-Bali. Motor gede milik teman rombongan, awalnya motor dikendarai korban di perjalanan tidak ada masalah, namun saat di lokasi tanjakan menuju puncak Gunung Bromo, motor korban mati mesin. Saat dinyalakan lagi mesin hidup, selang beberapa meter muncul percikan api dan api langsung besar," ujar teman pemilik Moge yang terbakar, Ronal Touwani saat dihubungi media, Jumat (17/9/2021).

Kapolsek Sukapura, AKP Sugeng Hariono membenarkan soal motor gede terbakar itu. Menurutnya, moge yang terbakar itu langsung dibawa mobil bak terbuka kembali ke Jakarta, untuk dibawa ke bengkel.

Kasus motor terbakar ini seakan sering terjadi. Makanya, kamu juga perlu hati-hati jangan sampai kasus motor terbakar menimpa kamu. Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan, banyak faktor yang bisa membuat kendaraan terbakar, seperti modifikasi hingga korslet kelistrikan.

"Hal tersebut bisa dirasakan ketika berkendara, biasakan sensitif terhadap kendaraannya. Ada keanehan sedikit, segera menepi dan tidak memaksakan diri," ujar Sony kepada detikcom, Senin (20/9/2021).

Untuk meminimalisir kasus motor terbakar, Sony menyarankan pengendara untuk memastikan kendaraan dalam kondisi standar serta sesuai dengan keperluan. Modifikasi, kata Sony, bisa mengakibatkan error pada kelistrikan dan berujung korsleting.

"Tidak hanya pengendara, kendaraan (sebuah mesin) pun juga butuh waktu break untuk mengoptimalkan komponen-komponennya. Karena semua pasti ada lifetime-nya," katanya.

Selain itu, kondisi iklim di Indonesia yang panas dapat membuat motor bekerja ekstra. "Sehingga pastikan motor tersebut sesuai dengan iklimnya negara masing-masing," ucapnya.

Saat touring, Sony menyebut sebaiknya berkendara dengan santai. Hal itu untuk memastikan motor tidak di-push sampai batas kemampuannya. "Karena ini bukan balapan," ujarnya.

"Cek secara baik sebelum memulai perjalan panjang/touring," imbau Sony.



Simak Video "Geber Gas Mobil Sebelum Matikan Mesin Mobil, Biar Kenapa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)