Pria Ini Menang Gugatan dari Tesla, Dapat Duit Rp 3,3 M

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 24 Sep 2021 06:40 WIB
CORTE MADERA, CA - AUGUST 02:  The Tesla logo appears on a brand new Tesla Model S on August 2, 2017 in Corte Madera, California. Tesla will report second-quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Ilustrasi Tesla Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Han Chao, seorang pria asal Tianjin, China menang gugatan dari Tesla. Dia akan mendapatkan uang sebesar 1,5 juta Yuan atau sekitar Rp 3,3 miliar.

Dikutip dari Carnewschina, Kamis (23/9/2021) Han Chao membeli mobil bekas Tesla Model S+ pada Juni 2019 dari dealer resmi Tesla. Han mendapat informasi bahwa Tesla Model S+ bekas itu tersertifikasi tidak pernah mengalami kecelakaan, juga tidak ada masalah seperti lecet, kebakaran, dan kerusakan struktural.

Tetapi sejak dibeli mobil itu mogok tujuh kali karena berbagai masalah. Insiden paling serius terjadi pada 24 Agustus 2019, ketika dia kehilangan kendali atas kendaraannya, setelah pedal akselerator dan rem tidak berfungsi hampir menyebabkan kecelakaan.

"Saat mengemudi tiba-tiba ada bunyi suara keras, dan mobil lumpuh seketika. Lima kode kesalahan muncul di layar 'mobil tidak bisa dinyalakan lagi'. Rem, dan pintu tidak bisa bekerja," kata Han Chao.

Pada titik ini, Chao meminta Tesla untuk pengembalian dana. Setelah ditolak, Chao menghubungi Biro Pengawasan dan Administrasi Pasar untuk menengahi negosiasi.

Atas saran dari agen konsumen, ia membawa mobilnya ke Wanfeng Motor Vehicle Appraisal, pada 15 November 2019 guna menginspeksi mobil tersebut. Hasil inspeksi menyebut Tesla Model S di bagian pilar C kiri dan panel belakang sudah pernah dipotong dan dilas. Hal ini bertentangan dengan pernyataan bahwa mobil bekasnya itu tidak pernah mengalami masalah besar.

Setelah menerima laporan penilaian, Han terus meminta Tesla untuk mengembalikan kendaraan tetapi ditolak. Biro Pengawasan dan Administrasi Pasar pun gagal melakukan mediasi dan mengeluarkan surat penghentian mediasi.

Walhasil Han coba menuntut pembuat mobil listrik melalui pengadilan. Namun, kantor pusat Tesla berada di Beijing, dan perusahaan mengajukan sengketa yurisdiksi. Untuk mempercepat prosesnya, Han mengajukan gugatan di Beijing pada 10 Maret 2020. Beijing berjarak 114 kilometer dari Tianjin.

Dalam persidangan, disebut perusahaan menunjukkan dokumen dari pemilik sebelumnya yang mengonfirmasi bahwa mobil tersebut mengalami kecelakaan. .Namun, Tesla mencoba membuktikan kerusakan itu tidak struktural.

Setelah lebih dari setengah tahun, akhirnya Hao memenangkan gugatan. Pengadilan Rakyat Menengah Kedua Beijing menetapkan cara penjualan mobil Tesla yang menutupi informasi kendaraan adalah perilaku curang.

Tesla harus membayar kepada Han pengembalian dana sebesar 379.700 yuan (US $ 58.911) dan kompensasi 1,13 juta yuan, tiga kali lipat dari harga belinya, pengadilan Beijing telah memutuskan. Total Han mendapatkan uang 1,5 juta Yuan atau sekitar Rp 3,3 miliar.



Simak Video "Pemalakan-Cegat Mobil di Jalan Kerap Terjadi, Lakukan Ini untuk Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)