Belajar dari Kasus Eks Cabup Tasikmalaya Tendang Motor Tukang Galon-Tembak Pistol ke Udara

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 03 Agu 2021 14:42 WIB
Kasus penodongan pistol yang dilakukan mantan Cabup Tasik berakhir islah
Aksi road rage antara mantan calon bupati Tasikmalaya vs tukang galon berakhir islah Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya -

Mantan calon bupati (Cabup) Tasikmalaya, Cep Zam Zam Dzulfikar diduga melakukan aksi koboi dengan menembakkan peluru karet ke udara usai cekcok dengan tukang galon bernama Sesep Muhammad Aria Santana.

Sesep menuturkan peristiwa penodongan pistol ini terjadi di Jalan Kampung Sirnagalih RT 24 RW 09 Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame, Minggu (01/08/21). Keduanya sempat terlibat cekcok yang bermula dari senggolan di jalan.

"Saya laporkan kejadian yang saya alami. Jadi motor saya nyaris kesenggol mobil pak Cep Zam zam, saya kesal ngomong kata-kata kasar. Saya dipanggil, balik ke sana, pas ke sana si bapak itu nodong saya ke dada dan nembakin senjata ke atas. lalu nendang ban depan motor saya," jelas Sesep saat melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu, Cep Zam Zam membantah tuduhan menodongkan senjata api ke arah tukang galon. Ia mengaku hanya menembakan peluru karet ke udara satu kali. Aksinya melepaskan tembakan ke udara spontanitas karena merasa terancam.

"Saya tidak nyangka akan berbuntut panjang. Karena saya rasa tidak ada yang dirugikan. Saya tidak dirugikan, dia pun tidak dirugikan. Saya gak nodong dia, kalau letupkan senjata ke udara iya. Jadi buat bela diri saya tadinya karena dia mengancam keselamatan saya." ungkap Zamzam.

Belajar dari kasus tersebut, aksi road rage di jalan memang tak jarang dijumpai di Indonesia. Yudi Prasetio, salah satu praktisi keselamatan berkendara dari Rifat Drive Labs mengatakan terdapat cara untuk mencegah untuk menghindari road rage.

Salah satunya sebagai pengendara mesti paham etika berkendara di jalan. Sebab, bukan tidak mungkin perilaku berkendara juga memancing emosi pengendara lain di jalan.

"Beri tanda (komunikasi) ketika ingin bermanuver seperti menyalip, berbelok, atau berpindah jalur seperti menyalakan sein lebih awal. Bisa juga dibantu dengan menyalakan lampu jauh atau klakson untuk memberi tahu keberadaan kita, namun lakukan dengan sopan dan tidak berlebihan," kata Yudi.

Hindari juga gesture yang berpotensi menimbulkan provokasi. Jangan sampai Anda memancing emosi pengguna jalan lain dengan menyalakan klakson panjang, mengacungkan jari tengah, atau hal-hal lain yang memicu emosi.

"Terakhir, tingkatkan skill dan referensi berkendara dengan mengikuti Safety Riding/driving course. Dengan mengikuti pelatihan berkendara maka skill dan referensi bisa bertambah sehingga berkendara menjadi lebih aman," ucap Yudi.

Seperti dikutip dari studi yang dirilis oleh AAA Foundation for Trafic Safety, 80 persen pengemudi mengalami road rage. Banyak hal nekat dilakukan, mulai dari berteriak, memencet klakson secara berlebihan, tailgating, hingga memblok jalan mobil yang telah menyalip mereka hanya untuk bertengkar.

"Sangat normal bagi pengemudi untuk mengalami kemarahan di balik kemudi, tetapi kita tidak boleh membiarkan emosi kita mengarah pada pilihan yang merusak," kata Jake Nelson, Direktur Riset dan Advokasi Keselamatan Lalu Lintas AAA.

"Jangan mengambil risiko memperburuk situasi yang membuat frustrasi karena Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin dilakukan pengemudi lain. Pertahankan pikiran yang dingin, dan fokuslah untuk mencapai tujuan Anda dengan aman," sambung dia.

Menghindar dari Pengendara Bawa pistol

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan jika bertemu pengedara serupa, hal yang bisa dilakukan ialah mengalah.

Hal yang bisa dilakukan ialah mengumpulkan bukti tanpa perlu mengintimidasi.

"Jangan mendekat dan laporkan dengan disertai bukti-bukti, bisa berupa saksi mata maupun video atau foto," ujar Sony saat dihubungi detikcom.

"Tapi sebelumnya, ketika terlibat kecelakaan ataupun konflik dengan pengendara yang membawa senjata (koboi jalanan), sebaiknya menyingkir dengan menjauh," tambah dia.

"Tidak mungkin orang berbuat baik membawa senjata, pasti niatnya melukai atau melumpuhkan. Jangan dilawan karena pengendara yang membawa senjata api adalah type pengendara penakut, sehingga memproteksi dirinya dengan senjata, semakin dilawan yang bersangkutan semakin beringas atau diatas angin," jelas Sony.

Road Rage Eks Cabup Tasikmalaya dan Tukang Galon Berujung Islah

Kasus pelaporan dugaan penodongan pistol yang dilakukan mantan Cabup Tasikmalaya berakhir Islah. Proses Islah dilakukan di Kantor Polsek Sukarame.

"Alhamdulillah berujung Islah pak kasus yang terjadi minggu kemarin. Baik pak Cep zam zam maupun warga sepakat islah. Toh mereka kan warga kami juga," kata Ipda Hajar Sutiar, Kapolsek Sukarame, Di Kantornya senin malam.

Islah dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak yang berselisih. Selain menyadari kesalahan masing -masing, kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan dan tidak saling mengajukan tuntutan.



Simak Video "Nyetir Lama di Jalan Tol Bisa Kena 'Highway Hypnosis', Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)