Rabu, 08 Jul 2020 20:23 WIB

Buset! Pria Ini Kempesin 1.000 Ban Mobil Supaya Bisa PDKT Sama Cewek

Ridwan Arifin - detikOto
Sebuah mobil mewah yang terparkir sembarangan di kawasan Polda Metro Jaya ditindak polisi. Ban mobil itu digemboskan dan ditempel stiker sebagai sanksi. Ilustrasi ban kempes (Lamhot Aritonang/detikoto)
Tokyo -

Seorang pria Jepang berusia 32 tahun, Yoshito Harada jadi sorotan lantaran punya cara tak lazim untuk mendekati wanita. Yoshito melakukan modus dengan berpura-pura menolong setelah mengempesi ban mobil wanita incarannya.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (8/7/2020) karena aksinya itu Yoshito Harada kini ditahan kepolisian usai merusak ban mobil milik wanita berusia 43 tahun pada 11 Juni lalu.

Mulanya wanita itu keluar dari supermarket di Higashiura. Dia lalu menuju mobilnya dan pergi meninggalkan supermarket. Hingga akhirnya sadar, ban mobil di bagian depannya sudah kehabisan angin. Dia menepi untuk memeriksanya.

Yoshito Harada pun datang menawarkan bantuan untuk memperbaiki ban mobil itu. Tapi wanita itu kemudian ingat setahun yang lalu, ia mengalami kejadian yang serupa. Ditambah, tampang Yoshito juga tak asing baginya.

Rasa penasaran menghantui wanita berusia 43 tahun itu. Ia melapor kepada polisi dan menjelaskan 'kecelakaan' yang sama terjadi sekitar satu tahun yang lalu.

Polisi pun memeriksa kamera pengawas supermarket, dan benar Yoshito Harada sudah merobek ban mobil wanita itu, hanya beberapa menit sebelum dia keluar dari supermarket.

Yoshito Harada pun mengakui kejahatannya, polisi diberi tahu bahwa hal ini ia lakukan hanya untuk mengenal wanita tersebut.

Tapi kata maaf pun tidak dirasa cukup, usut punya usut Yoshito Harada juga melakukan hal yang sama dengan wanita lain. Terhitung sudah 10 tahun kegiatan ini ia lakukan, bahkan pengacaranya mengatakan sudah sekitar 1.000 ban yang dikempesi oleh kliennya.

Dalam pemberitaan SoraNews24, pada tahun 2013, Yoshito Harada kala berusia 25 tahun juga sempat ditahan polisi karena masalah yang serupa, tapi ia bebas dari penjara karena memberikan kompensasi bagi para korban masing-masing dengan bayaran 30 ribu yen atau dikonversi sekitar Rp 4 juta. Bahkan ia juga menggunakan gelang GPS agar orang tuanya bisa melacak dan memastikan dia tidak mengalami masalah.

Tapi pada 2016 ia kembali ditahan polisi karena masalah yang sama. Bahkan dia pernah menyasar korban yang sama dua kali dalam setahun, dan pernah melakukannya kepada dua wanita yang saling kenal meski berbeda tempat. Tapi hampir 10 tahun ia melakukan kegiatan itu, tidak satu pun membuahkan hasil.



Simak Video "Pecah Ban, Mobil Rombongan Petakziyah di Pasuruan Keluar Jalur"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com