Sabtu, 02 Mei 2020 18:45 WIB

Protes Tidak Diperhatikan Pemerintah, Pengusaha Elf Gelar Aksi Manasi Mesin

Febrian Chandra - detikOto
Puluhan pengusaha Elf gelar aksi manasi mesin di pinggir lapangan Kridosono, Blora. Foto: Febrian Chandra/detik.com
BLORA -

Pandemi virus Corona benar-benar buat sulit semua lapisan masyarakat. Kali ini giliran puluhan pengusaha penyewa mobil Elf yang menyuarakan penderitaan mereka yang ikut terdampak akibat pandemi virus Corona (Covid-19), dengan menggelar aksi manasi mesin di pinggir lapangan Kridosono, Blora.

Ketua Elf Mania Cinta Indonesia (EMCI) Bun Teguh Wahyudi mengatakan, adanya larangan mudik, himbauan tetap di rumah dan sebagian kota menerapkan PSBB unit elf yang dimiliki anggotanya sudah terlalu lama jongkrok di garasi. "Tidak jalan, tidak ada aktifitas jasa penyewaan lantaran dampak Corona ini," kata Teguh, Sabtu (02/05/2020).

Teguh mengatakan, tidak jalannya usaha selama pandemik Corona membuat diri dan rekan-rekannya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah.

"Yang dapat bantuan malah pengusaha bus malam yang besar-besar itu, sedangkan orang yang seperti kami luput dari perhatian. Padahal kami juga butuh makan," keluhnya.

Dia menambahkan dengan situasi perekonomian yang hampir tidak berjalan lantaran dampak Corona, angsuran bank tetap berjalan seperti biasanya tidak seperti janji yang dijanjikan pemerintah membuat semakin berat para pengusaha sewa Elf.

Puluhan pengusaha Elf gelar aksi manasi mesin di pinggir lapangan Kridosono, Blora.Puluhan pengusaha Elf gelar aksi manasi mesin di pinggir lapangan Kridosono, Blora. Foto: Febrian Chandra/detik.com

"Kita ditawari restruktur, hanya membayar bunga bank sampai beberapa bulan. Namun setelah itu, kita harus bayar pokok pinjaman plus bunganya lagi. Bunga Bank yang kita bayarkan selama pademik ini tidak dihitung setelah kita membayar pokok pinjaman. Artinya apa, yang terjadi bukan keringanan, yang ada utang kita bertambah. Lantaran bunga Bank yang kita bayarkan selama pandemik ini tidak dihitung mengurangi utang kita di Bank. Bank tetap untung kita peok, bungkuk mengangsurnya," jelas Teguh dengan nada kesal.

Teguh mengatakan, sebelum ada Corona pendapat rata-rata per bulan bisa mencapai Rp 6-7 Juta. Bahkan jika situasi mendekati lebaran omset yang didapat bisa mencapai Rp 11 Juta. Teguh berharap, bantuan yang dijanjikan Presiden Jokowi seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp 600 ribu selama 3 bulan bisa dia terima.

"Karena usaha kami betul - betul mandek. Gak ada pemasukan," keluhnya.

Usai berkumpul di lapangan Kridosono, rombongan yang terdiri dari 30 unit elf dan medium bus itu menggelar aksi konvoi berkeliling kota Blora.



Simak Video "Pemkot Solo Gelar Tes Swab Massal, 2 Orang Positif"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com