Layanan Darurat Tol Layang Japek Bisa Tiba 30 Menit

ADVERTISEMENT

Layanan Darurat Tol Layang Japek Bisa Tiba 30 Menit

Rizki Pratama - detikOto
Rabu, 18 Des 2019 20:37 WIB
Tol layang Jakarta-Cikampek Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Tol layang Jakarta-Cikampek dibangun untuk mengurai volume kendaraan dari tol Cikampek yang telah ada. Jalur ini pun dapat memangkas waktu lebih cepat jika dibandingkan dengan jalan tol Cikampek di jalur bawah.

Meski begitu, tol ini memiliki kekurangan dalam fasilitas penunjang seperti tempat peristirahatan yang berisikan berbagai layanan. Tidak hanya itu, dalam penanganan hambatan seperti kecelakaan pun tentunya juga tidak lebih cepat datang jika dibandingkan dengan tol di jalur existing.

"Respon time di kami 30 menit antara informasi yang kami terima sampai petugas itu turun," kata Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Fitri Wiyanti di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).


Fasilitas penunjang yang dapat masuk ketika terjadi keadaan darurat antara lain mobil patroli, mobil PJR, mobil derek, mobil ambulans, dan mobil rescue. "Kami menyiapkan lengkap ada kendaraan patroli, PJR, derek, ambulance ada rescue juga, lengkap," tambahnya.

Selain dukungan dari kendaraan darurat di atas, ada pula akses darurat lain melalui tangga. Tangga darurat saat ini baru tersedia di dua titik.


"Tangga darurat di KM 21 dan 28 nanti selanjutnya akan dilengkapi lagi secara bertahap," terangnya.


Kesiapan darurat ini tentu dapat dipercayakan oleh pengguna jalan tol layang Japek. Apalagi memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru berpotensi meningkatkan pengguna kendaraan pribadi yang melintas di tol layang ini.

"Fokus kita tahun ini pertama adalah elevated nanti pasti ujungnya di pintu tol Cikampek utama dan yang ke arah Bandung," kata Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda, Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani di kesempatan yang sama.



Kepala Seksi Patroli Jalan Raya Korps Lalu Lintas AKBP Dedy Suhartono juga menyoroti penggunaan tol layang ini. Menurutnya saat melaju di jalan tol layang patuhilah batas kecepatan yang telah ditetapkan.

"Termasuk juga tol elevated, mudah-mudahan bisa berdampak positif kelancaran jalur Cikampek ini. Diwaspadai juga elevated itu bergelombang dan itu sebenarnya tidak berbahaya apabila kontrol kecepatannya. Kita tetap, minimal 60, maksimal 80 km/jam," tegasnya.

Simak Video "Gerbang Tol Bitung Masih Tergenang, Kendaraan Tertahan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/riar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT