Selama hampir 10 tahun, seorang pria berumur 56 tahun selalu jalan kaki sejauh hampir 33 km bolak-balik dari rumah ke pabriknya tiap hari. 12 km untuk berangkat kerja dan 20,9 km untuk kembali ke rumah.
James Robertson benar-benar menjadi seorang komuter sejati di kotanya Detroit.
Seperti dilansir Detroit Free Press, Robertson terpaksa harus berjalan kaki karena tidak ada bus atau kereta yang bisa mengantarkannya ke tempat kerja. Mobil pun tidak ada karena Honda Accord 1988 miliknya sudah tidak bisa dipakai lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap hari, Robertson berjalan dari rumahnya di selatan Detroit, tepat pukul 8.00 pagi, kemudian naik bus sekitar 8.30 pagi selama sejam sampai 9.30 menuju Somerset Collection, turun dari bus dan jalan lagi sekitar 3 jam menuju pabrik tempatnya bekerja di Rochester Hills. Dia biasanya sampai sekitar pukul 12.30 di pabrik untuk memulai shift kerjanya pada pukul 14.00-22.00.
Setelah selesai bekerja, dia kemudian berjalan lagi menuju halte bus dan setelah bus tiba di halte terakhir, dia harus jalan lagi sekitar 8 km menuju rumah. Dia tiba sekitar pukul 4.00 dini hari. Tidur 2 jam kemudian bangun lagi pukul 6 pagi untuk memulai aktivitasnya. Begitu seterusnya dari Senin sampai Jumat.
Perjalanan itu pun bukan perjalanan biasa, sangat berat karena harus melalui udara dingin dan kejamnya jalanan Detroit di 8 Mile yang terkenal itu.
βSaya bisa tidur lama di akhir pekan, ya betul. Saya tidak membayangkan jika saya tidak bekerja,β ujar Robertson.
Pernahkah dia mengeluh? Tidak! Bahkan bosnya pun tidak pernah menyesal punya karyawan seperti Robertson yang selalu tepat waktu datang ke tempat kerja.
βSaya menetapkan standar kehadiran karyawan darinya. Orang ini bisa sampai tepat waktu, berjalan bermil-mil, melewati salju dan hujan, maka jika karyawan saya punya mobil Pontiac dan mereka bilang bakal telat, saya katakan itu omong kosong!,β ujar bos Robertson, Todd Willson yang merupakan manajer pabrik Schain Mold and Engineering.
Kisah Robertson yang rela berjalan jauh ini akhirnya membuat orang lain trenyuh. Kadang-kadang ada yang menawarinya tumpangan untuk naik mobil, uang, dan bahkan mobil bersopir untuk mengantarkan pulang pergi ke pabrik.
Meski bukan orang mampu, tetapi di pabriknya, pada jam makan siang Robertson mendapatkan asupan makanan yang bergizi. Bosnya pun tiap hari, saat jam makan malam tiba, selalu menjamu Robertson dengan makan malam yang enak buatan istrinya.
Sampai tiba-tiba seorang mahasiswa dari Universitas Wayne State, Evan Leedy, memulai kampanye untuk menyediakan sebuah mobil bagi Robertson.
Seperti dilansir Time, kampanye itu dia namakan GoFundMe. Total dana yang terkumpul sudah mencapai US$ 130.000. Lebih dari cukup untuk membelikan Robertson sebuah mobil. Robertson pun tak perlu berjalan kaki lagi dan bisa tidur lebih lama lagi.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE