Dilansir dari ABC Australia, semuanya bermula saat mobil Zielke diberhentikan polisi dalam operasi rutin di sebuah jalan di daerah Rapid Creek, Darwin.
Ketika polisi memintanya melakukan tes alkohol, ia menolak. Dalam operasi polisi lalu-lintas seperti ini di Australia, pengemudi mobil akan diminta meniup alat pengukur berupa pipa kecil. Jika seseorang minum minuman beralkohol, alat ini akan menunjukkan kadar kandungan alkohol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Pengadilan Darwin yang memeriksa kasus ini terungkap, Zielke akhirnya bisa dibawa ke kantor polisi, dan petugas kemudian berusaha melakukan tes alkohol kembali.
Menurut saksi dari kepolisian, Zielke tetap menolak dan bahkan tetap melawan. Ini demokrasi. Saya tidak akan melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan," ujarnya sembari berteriak-teriak.
Hakim yang memeriksa kasus ini, Michael Carey, menyatakan kepada Zielke, "Pengadilan akan menjalankan hak demokrasinya sendiri dan menjatuhkan denda kepada saudara 1.200 dollar".
Ia juga dicabut SIM-nya dan tidak boleh mengemudikan mobil selama 18 bulan. Begitulah "harga demokrasi" yang harus dibayar Zielke.
(nwk/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!