Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan fenomena ini bisa dipecahkan andai saja Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan polisi.
Kedua instansi tersebut membantu kepolisian mensosialisasikan betapa bahayanya mengendarai kendaraan di bawah umur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jusri pun sangat menyesalkan mengapa fenomena ini terus terjadi karena tidak keseriusan pemerintah dalam memecahkan kasus yang sudah mengakar di setiap kalangan masyarakat tersebut.
Karena itu, setiap golongan masyarakat harus mengantisipasi kejadian ini. Dia menambahkan sudah sepatutnya untuk dipahami bahwa mengendarai mobil dibutuhkan kemampuan khusus.
Paling tidak, sang pengemudi sudah harus paham betul apa yang dia dikendarai. Jika tidak kesalahpahaman pengemudi yang tidak mampu mengontrol kecepatan mobil akan terus terjadi, dan otomatis kecelakaan di jalan raya meningkatkan.
"Orangtua harus mengantisipasi ini jika tidak kecelakaan akan bertambah banyak," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik