Keliling Setengah Dunia, Rainer Zetlow Habiskan 2.400 Liter Bahan Bakar

Keliling Setengah Dunia, Rainer Zetlow Habiskan 2.400 Liter Bahan Bakar

Muhammad Ikhsan - detikOto
Senin, 04 Feb 2013 17:03 WIB
Keliling Setengah Dunia, Rainer Zetlow Habiskan 2.400 Liter Bahan Bakar
Rainer saat di kantor Pertamina
Jakarta - Perjalanan Rainer Zietlow bersama Vladimir Gagarin (Rusia) dan Marius Biela (Jerman) dari Mebourne ke St Petersburg, Rusia dengan melintasi Indonesia berhasil menempuh jarak 23.000 km. Perjalanan selama 17 hari itu rupanya menghabiskan 2.400 liter bahan bakar.

Hal itu ditegaskan oleh petualang Rainer di sela-sela media gathering 'New World Record Volkswagen Touareg With Rainer Zietlow' di Lot 8 SCBD, Senin (4/2/2013).

"Saya dan teman-teman menghabiskan 2.400 liter," kata Rainer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rainer sendiri menegaskan sangat menikmati perjalanan jauh ini dengan menggunakan VW Touareg V6 TDI. Selama perjalan termasuk ketika melintasi Indonesia, Rainer tidak mengalami masalah serius.

Dia pun sangat terkesima dengan kondisi jalan Indonesia yang bervariatif. Tanjakan dan turuan dia berhasil lewati dengan kehati-hatian.

"Perjalanan di Indonesia senang. Dengan kondisi jalan naik turun. Saya pun tanpa halangan ketika melintasi medan di Indonesia," ucapnya.

Rainer memulai perjalanan dari Melbourne pada 26 Juli 2012 dan sempat mampir ke Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Lampung, Riau, Dumai, Malaysia, Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan dan berakhir di St. Petersburg, Rusia.

Untuk masuk ke Indonesia, Rainer melalui Kupang sebelum sampai di Jakarta pada saat itu.

VW Touareg yang dikendarai Rainer berhasil melewati gurun pasir Australia, hutan belantara Sumatera dan Jawa, perbukitan Himalaya hingga padang rumput Kazakhstan.

SUV VW Touareg diakui tidak ada modifikasi. Rainer menegaskan modifikasi hanya pada tangki bensin yang dibuat besar hingga 150 liter.

Dalam perjalanan ini, Rainer juga menjalankan membawa pesan dalam rangka ulang tahun ke-175 kota Melbourne yang akan disampaikan kepada Walikota St. Petersburg.

Pesan tersebut untuk memperat antar kedua negara dalam hal kebudayaan yang sudah terjalin dengan istilah Sister City sejak 1989.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads