Pernyataan itu diungkapkan Gede Yulian Yogaditha, wakil National Consultant for Injury dari WHO Indonesia disela-sela acara "I Wanna Get Home Safely 2011" di Pisa Kafe, Jakarta.
"Yang paling bertanggung jawab adalah Kepolisian Republik Indonesia untuk merubah prilaku pengguna jalan," kata Gede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan lalu lintas jalan," ucap Gede.
Jika lanjut Gede, ada langkah-langkah antisipasi bukan tidak mungkin tercipta suasana kondusif di jalan. Dengan itu kecelakaan pada akhinrya bisa diminimalisir.
"Kita harapkan ada satu actiona dari goverment. Kita harapkan duduk bersama mengbah prilaku positif pengendara sehingga bisa mengurangi kecelakaan," ucapnya.
Sementara itu, Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) mengatakan untuk bisa keluar dari situasi tersebut pemerintah, masyarakat dan beberapa elemen masyarakat harus duduk bersama. Dengan itu hasilnya akan menyeluruh dan berkesinambungan.
"Saya merasa setiap unsur dari masyarakat itu bekerja sendiri hasilnya tidak efektif, itu seperti kasih garam ke laut saja. Makanya itu kita ajak pada seluruh elemen sehingga sifatnya bisa menyeluruh dan berkesinambungan. Kita bersama kita bisa," yakin Willy.
(ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?