Fitur Mobil yang Terlalu Canggih Bikin Pengemudi Jadi Lalai

Fitur Mobil yang Terlalu Canggih Bikin Pengemudi Jadi Lalai

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Kamis, 08 Okt 2026 16:48 WIB
Naik mobil sambil main HP.
Pengemudi lengah. Foto: Doc. Shutterstock
Jakarta -

Teknologi mobil di dunia terus berkembang. Bahkan, tak sedikit kendaraan yang sekarang sudah menggunakan sistem otonom. Namun, semakin pintar teknologinya, pengemudi justru berpotensi makin lalai.

Fenomena ini disebut 'automation complacency'. Sederhananya, pengemudi terlalu percaya kepada sistem otomatis dan menganggap mobil bisa menangani semua situasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalahnya, sebagian besar teknologi yang tersedia di mobil konsumen saat ini masih berada di Level 2. Artinya, mobil memang bisa membantu mengatur kemudi, akselerasi hingga pengereman, tetapi pengemudi tetap wajib memperhatikan jalan dan siap mengambil alih kapan saja.

Teknologi Otonom HondaMobil otonom Foto: Istimewa

Tesla misalnya, punya sistem Full Self-Driving atau FSD. Meski namanya terdengar seperti mobil benar-benar bisa menyetir sendiri, sistem tersebut masih membutuhkan pengawasan penuh dari pengemudi.

ADVERTISEMENT

Risiko terlalu percaya teknologi ini bahkan sudah dialami sejumlah pengguna. Kyle Shanahan, pelatih San Francisco 49ers, pernah mengalami kecelakaan setelah mengira sistem Tesla yang digunakannya sedang aktif. Dia kemudian membungkuk untuk mengambil ponsel hingga mobilnya masuk ke jalur berlawanan.

Shanahan mengakui kecelakaan tersebut menjadi pelajaran penting. Menurutnya, meski mobil berjalan dengan bantuan autopilot, pengemudi tidak boleh sampai merasa benar-benar aman dan berhenti waspada.

Kekhawatiran serupa disampaikan Guy Mangiamele dari AMCI Testing. Menurut dia, sistem secanggih apa pun pada akhirnya tetap bisa melakukan kesalahan.

"Kalau Anda tidak 100 persen sadar dan siap mengambil alih, Anda akan menjadi bahaya bagi diri sendiri dan orang lain di jalan," ujar Guy, dikutip dari Carscoops, Kamis (8/10).

Yang menarik, produsen mobil justru terus berlomba membuat teknologi ini semakin mudah digunakan. Rivian, misalnya, tengah menyiapkan sistem yang memungkinkan pengemudi melepas tangan dari setir ketika mobil berjalan di jalan yang memenuhi syarat.

Ford juga berencana menghadirkan teknologi Level 3 pada 2028. Pada level tersebut, pengemudi dalam kondisi tertentu bahkan bisa mengalihkan perhatian dari jalan.

Namun, di sinilah tantangannya. Mobil yang semakin pintar memang berpotensi mengurangi kesalahan manusia, namun teknologi tersebut juga bisa membuat manusia semakin percaya diri untuk tak memperhatikan jalan.

Jadi, sebelum benar-benar bisa menyetir sendiri, mobil yang makin pintar justru bisa menghadirkan masalah baru: pengemudinya yang semakin tidak waspada.



(sfn/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads