Merek mobil listrik asal Swedia, Polestar, mengumumkan akan menghentikan penjualan kendaraan baru di Amerika Serikat setelah tahun 2027. Keputusan ini diambil usai Polestar tidak mendapatkan izin dari pemerintah AS untuk menjual kendaraan yang memiliki keterkaitan teknologi dengan China.
Mengutip website Paultan, keputusan tersebut berkaitan dengan aturan Connected Vehicle Rule yang diterapkan oleh Biro Industri dan Keamanan (BIS), lembaga di bawah Departemen Perdagangan AS. Regulasi tersebut membatasi impor dan penjualan kendaraan yang menggunakan perangkat keras maupun perangkat lunak terhubung yang terkait dengan China atau Rusia karena alasan keamanan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui Polestar merupakan merek mobil asal Swedia yang saat ini berada di bawah kendali grup otomotif China, Geely. Perusahaan tersebut memiliki saham mayoritas di Polestar dan Volvo. Namun, berbeda dengan Polestar, Volvo mendapatkan pengecualian dari aturan tersebut pada Mei 2026.
Dalam pernyataannya, Polestar memastikan tetap akan menjual stok kendaraan yang sudah tersedia, termasuk model Polestar 3 dan Polestar 4. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memberikan dukungan kepada para pemilik kendaraan yang sudah ada.
Namun tentunya, sejumlah model masa depan seperti Polestar 5 dan Polestar 6 yang sebelumnya telah diumumkan tidak akan masuk pasar AS akibat regulasi baru tersebut.
Setelah meninggalkan pasar AS, Polestar akan lebih memfokuskan bisnisnya ke wilayah Eropa. Kawasan tersebut disebut jadi pasar utama bagi perusahaan dengan kontribusi sekitar 80% terhadap penjualan global.
Polestar juga mencatat bahwa sebagian besar penjualannya saat ini berasal dari luar AS. Pada kuartal pertama tahun ini, sekitar 94% penjualan global Polestar berasal dari pasar selain AS.
Keputusan ini menjadi tantangan baru bagi Polestar yang tengah berupaya memperkuat posisi sebagai merek kendaraan listrik premium di tengah persaingan global yang semakin ketat.










































