BI Rate Naik, Ngaruh ke Penjualan Mobil?

BI Rate Naik, Ngaruh ke Penjualan Mobil?

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 22 Jun 2026 15:07 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid
BI Rate naik, penjualan mobil ikut terdampak? Foto: Dok. Daihatsu
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sekitar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Hal ini bisa mengerek suku bunga pinjaman kredit, termasuk kredit kendaraan bermotor. Apakah bakal berpengaruh ke penjualan mobil?

Dijelaskan Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), pihaknya belum bisa menyimpulkan, apakah kenaikan BI Rate tersebut bisa langsung berdampak ke penjualan mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan BI Rate memang bakal memberi dampak ke biaya cicilan mobil yang bakal ikutan naik. Tapi kata Agung, semua tergantung dari kebijakan lembaga pembiayaan (leasing), apakah akan mengikuti kenaikan BI Rate atau menundanya.

ADVERTISEMENT

"Karena itu dilakukan oleh leasing company. Leasing company itu source dari fundingnya berbeda-beda. Jadi biasanya mereka masih punya kecukupan ya. Lending ratenya belum tentu dari domestik soalnya. Tapi ada beberapa yang dari domestik. Jadi pasti mereka punya perhitungan sendiri ya. Berapa lamanya saya tidak tahu pasti. Saya tak bisa menjawab berapa lamanya," ungkap Agung kepada wartawan di Depok, Minggu (21/6/2026).

Agung menambahkan, jika kenaikan BI Rate ini diaplikasikan pada kendaraan bermotor, maka berpotensi menekan penjualan mobil baru. Sebab seperti diketahui, sebanyak 70% hingga 80% pembelian kendaraan bermotor di Indonesia dilakukan secara kredit.

"Bisa jadi, sangat berpotensi (membuat penjualan mobil tertekan). Tinggal kita lihat apakah hanya melihat (faktor) ratenya saja ataukah diberikan kemudahan bagi customer. Karena Mas Tri (dari Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation) sudah menyiapkan TOP (tenor kredit) yang 8 tahun walaupun persentasenya masih sedikit sekarang. Jadi diberi kemudahannya bukan saja saat membayar. Tapi pada kemampuannya diperpanjang masa cicilannya," bilang Agung.



(lua/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads