Ini Rahasia Penjualan Daihatsu Tetap Tokcer di Tengah Lesunya Ekonomi

Ini Rahasia Penjualan Daihatsu Tetap Tokcer di Tengah Lesunya Ekonomi

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 21 Jun 2026 15:01 WIB
Daihatsu
Daihatsu. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Depok -

Penjualan Daihatsu di Indonesia tahun 2026 tetap positif di tengah lesunya perekonomian global dan nasional. Merek Jepang ini mempertahankan posisi kedua merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang tahun ini. Apa rahasianya?

"Jadi kondisinya kalau secara market, dibandingkan tahun lalu membaik ya. Angkanya itu meningkat 9-10%. Jadi sebenarnya secara market itu meningkat., baik wholesales maupun retail, meningkat dua-duanya. Artinya ada indikasi dong, ada pertumbuhan positif," ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kepada wartawan di Depok, Minggu (21/6/2026).

Agung menjelaskan, segmen-segmen mobil medium high dan mobil komersial tumbuh, baik pick up maupun semi komersial. Tapi memang untuk segmen LCGC, mengalami penurunan secara kontribusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi teman-teman harus lihat, kalau buat Toyota dan Daihatsu, Alhamdulillah itu secara volume tidak menurun ya di kelas LCGC. Karena mungkin, kita kalau di Daihatsu ada di luar kota ya (segmen konsumennya)," sambung Agung.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan capaian penjualan retail, Daihatsu sendiri membukukan penjualan sebanyak 12.531 unit pada Mei 2026 atau tumbuh 25% dibandingkan bulan Mei 2025. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, market share Daihatsu juga naik menjadi 17,4%.

Tak hanya dari segi penjualan, dari segi produksi pun mengalami peningkatan. Dari Januari hingga Mei 2026, Daihatsu Indonesia telah memproduksi 169.000 unit mobil atau meningkat 11% dari tahun lalu di periode yang sama dengan angka produksi 152.400 unit mobil.

Meningkatnya penjualan dan produksi mobil Daihatsu antara lain didukung dengan pembeli mobil kedua, baik itu pembeli additional, replacement, maupun pembeli repeat order. Mobil di segmen fleet atau armada mengalami peningkatan penjualan yang signifikan.

"Nah repeat order itu ada dua, yang fleet itu bisa juga kita saat ini dibantu oleh fleet gitu ya. Jadi fleet-nya saat ini juga membantu untuk proses replacement dan lain-lain. Kontribusinya mungkin, 65% masih first car buyer, 35%-nya second buyer. Kalau fleet kurang lebih secara total penjualan, hasilnya meningkat, tadinya 15%, sekarang 19%," bilang Agung.



(lua/riar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads