Perbedaan Jetour T1 PHEV dan ICE

Perbedaan Jetour T1 PHEV dan ICE

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 05 Jun 2026 11:43 WIB
Jetour T1
Jetour T1 varian bensin. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Jetour T1 resmi diperkenalkan di Indonesia dalam dua varian, ada varian bermesin bensin (internal combustion engine) dan ada varian bermesin plug-in hybrid dengan nama T1 i-DM. Apa yang membedakan keduanya?

"Yang paling membedakan tentu dari powertrain-nya ya. i-DM hadir dengan PHEV, bisa pure EV, bisa menggunakan kombinasi mesin bensin dengan motor listrik," jelas Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch. Ranggy Radiansyah, kepada wartawan di Tangerang belum lama ini.

Sebagai informasi, Jetour T1 i-DM menggunakan mesin 1.500 cc yang dipadukan transmisi hybrid DHT juga baterai LFP. Kombinasi tersebut membuat mobil ini mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar sekaligus performa lebih responsif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mesin T1 i-DM bisa menghasilkan tenaga 136 PS pada 5.200 rpm dan torsi 220 Nm di 2.500 rpm, sedangkan motor listriknya bisa menghasilkan tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Dalam kondisi tangki penuh dan baterai terisi, mobil ini diklaim bisa melaju sampai 1.200 km. Sedang untuk pure EV, bisa membuat mobil ini melaju 100 km.

ADVERTISEMENT

Kemudian untuk Jetour T1 varian bensin, dibekali mesin turbo TGDI dengan kapasitas 1.500 cc. Mesin tersebut bisa menghasilkan tenaga 170 PS di 5.500 rpm serta torsi 270 Nm di rentang 2.000-3.500 rpm.

Jetour T1 i-DM meluncur di RI, harga Rp 558 jutaJetour T1 i-DM Foto: Luthfi Anshori/detikOto

Selain dari powertrain, kata Ranggy, perbedaan juga terdapat pada tampilan eksterior, serta beberapa fitur interior. "Secara detail, ada ukuran velg yang berbeda, grille di depan juga beda di mana T1 i-DM grille-nya pakai LED strip, sedangkan untuk T1 yang ICE menggunakan logo Jetour seperti pada T2," ungkap Ranggy.

Masih dari eksterior, perbedaan lain terletak pada desain velg yang berbeda, termasuk tidak adanya logo PHEV dan tulisan i-DM pada varian Jetour T1 ICE, termasuk juga tidak adanya port charger seperti di varian i-DM.

Terus kalau menilik interiornya, versi ICE memiliki paddle shift, sedangkan versi i-DM tidak punya. Namun, layar headunit versi ICE ukurannya lebih kecil dan tidak punya fitur panoramic sunroof seperti di versi i-DM.

Soal harga, Jetour memasarkan T1 i-DM dengan harga Rp 558 juta. Sementara Jetour T1 ICE dijual Rp 408 juta. Menariknya, Jetour memberikan harga spesial untuk 500 konsumen pertama. Dalam program tersebut, T1 i-DM dibanderol Rp 538 juta, sedangkan T1 versi ICE dijual Rp 388 juta.




(lua/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads