Begini Cara Kerja Sistem Hybrid Jetour T1 i-DM

Begini Cara Kerja Sistem Hybrid Jetour T1 i-DM

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB
Jetour T1 i-DM meluncur di RI, harga Rp 558 juta
Jetour T1 i-DM. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Jetour T1 i-DM baru saja diperkenalkan di Indonesia. Melalui varian ini, Jetour memperkenalkan teknologi Intelligent Dual Mode atau i-DM. Teknologi ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem hybrid adaptif yang mampu bekerja secara otomatis sesuai kondisi perjalanan. Seperti apa cara kerja sistem hybrid ini?

Sistem ini didukung oleh tiga komponen utama: mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta 18,4 kWh LFP Battery yang mendukung fast charging dan dirancang aman untuk penggunaan jangka panjang. Ketiganya bekerja sebagai satu sistem yang terintegrasi, bukan hanya komponen yang digabungkan.

Mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine generasi terbaru ini dirancang khusus untuk kendaraan hybrid menghasilkan tenaga 136 PS dan Torsi Maksimal 220 Nm, serta motor yang menghasilkan tenaga 204 PS dan Torsi 310 Nm. Mesin ini menghasilkan efisiensi thermal hingga 44,5% dan diklaim salah satu teknologi mesin hybrid dengan efisiensi tinggi di kelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT
Sistem hybrid Jetour T1 i-DMSistem hybrid Jetour T1 i-DM Foto: Luthfi Anshori/detikOto

Sementara itu, baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh telah mendukung DC fast charging dari 30 hingga 80% hanya dalam 27 menit. Baterai ini juga memiliki sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan terhadap air dan debu, sekaligus dirancang untuk mendukung penggunaan jangka panjang dalam berbagai kondisi jalan dan cuaca. Berkat integrasi ketiga komponen tersebut, Jetour T1 i-DM mampu menghadirkan mode berkendara listrik murni hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Sistem i-DM Jetour T1 mampu bekerja secara adaptif melalui berbagai skenario hybrid di mana konsumen bisa memilih Pure EV drive untuk skenario perkotaan, misalnya saat macet dan melaju di bawah 70 km/jam. Lalu skenario Intelligent Hybrid akan bekerja secara otomatis sesuai kondisi jalan, kecepatan, serta kebutuhan tenaga saat digunakan. Saat baterai di bawah 20%, Series Drive akan aktif.

Lalu saat membutuhkan akselerasi, Parallel Drive akan bekerja di mana engine dan baterai bekerja sama. Saat melaju di atas 100km/jam, sistem akan mengutamakan ICE, yang disebut dengan Direct Engine Drive dan juga Energy Recovery melalui regenerative braking. Hasilnya bukan hanya efisiensi energi yang lebih optimal tetapi juga pengalaman berkendara yang terasa lebih natural, seamless, dan nyaman buat mobilitas modern. Seluruh sistem ini dirancang menghadirkan keseimbangan, antara efisiensi dan performa, tanpa mengubah kebiasaan berkendara konsumen secara drastis.




(lua/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads