Pelajaran dari Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Motor Pasutri Lansia

Pelajaran dari Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Motor Pasutri Lansia

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 15 Apr 2026 14:05 WIB
Mobil MBG tabrak motor pasutri lansia di Tuban.
Mobil MBG tabrak motor pasutri lansia di Tuban. Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kecelakaan tragis terjadi di Tuban, Jawa Timur. Mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 Senori, Tuban terlibat kecelakaan di Jalan Prawirosadir, Desa Leran, Kecamatan Senori pada Selasa siang. Mobil itu menabrak sepeda motor yang ditunggangi pasangan suami istri.

Dikutip detikJatim, mobil MBG tersebut diketahui bernomor polisi B 9232 SCL. Sementara pengendara motor diketahui bernama Rahmad (65) warga Desa Leran Senori yang pada saat kejadian memboncengkan istrinya hendak menuju ladang sawah.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kecelakaan terjadi di ruas jalan menikung antardesa. Saat itu mobil MBG melaju dari arah utara dan diduga mencoba menyalip 2 kendaraan di depannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Posisi jalan menikung, mobil MBG memaksa hendak menyalip dua kendaraan di depannya. Korban dari arah selatan sudah berada di pinggir jalan, namun tetap tertabrak dari depan," ujar Rofiudin, warga setempat, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

Informasi yang dihimpun detikJatim, situasi sempat memanas karena warga sekitar emosi terhadap sopir mobil MBG itu tapi berhasil diredam perangkat desa setempat. Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik pemerintah Desa Leran dan dilarikan ke Rumah Sakit Graha Husada Singgahan untuk mendapatkan penanganan medis.

Mobil MBG tabrak motor pasutri lansia di Tuban.Mobil MBG tabrak motor pasutri lansia di Tuban. Foto: Istimewa)

Tampak mobil operasional MBG SPPG Sendang 2 mengalami kerusakan di bagian bumper depan dan kaca retak-retak. Sedangkan motor Honda Supra milik korban rusak parah di bagian depan.

Pelajaran dari kecelakaan ini, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC)SonySusmana, mengatakan manajemen waktu dalam merencanakan perjalanan perlu disiapkan dengan matang.

"Saya nggak tahu detailnya, kemungkinan kendaraan tersebut mengangkut logistik makanan untuk anak-anak dan tidak mau terlambat sehingga terburu-buru dan lupa mengontrol kecepatannya," kata Sony kepada detikOto, Rabu (15/4/2026).

Dari kecelakaan ini, Sony menekankan masalah manajemen waktu. Jangan sampai pengemudi ditumpu tanggung jawab mengejar waktu sehingga harus mengebut.

"Dalam kasus ini terlihat time manajemen yang dilakukan oleh tim mereka belum sesuai dengan aturan. Memang yang paling gampang buang waktunya di jalan, jadinya pengemudi ditumpahkan tanggung jawab yang harus ngebut, terburu-buru dan ujungnya kecelakaan. Jika hal ini tidak diperbaiki, maka kecelakaan-kecelakaan berikutnya ngantre di belakang dari kasus sebelumnya," katanya.

"Bagi pengemudi-pengemudi lain dalam menyikapi kendaraan yang seperti ini, nggak ada jalan lain kecuali menjauh. Toh terlihat di kaca spion," sebut Sony.




(rgr/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads