Presiden Singgung Gaya Hidup Polisi: Jangan Gagah-gagahan Punya Moge-Mobil Bagus

ADVERTISEMENT

Presiden Singgung Gaya Hidup Polisi: Jangan Gagah-gagahan Punya Moge-Mobil Bagus

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 16 Okt 2022 09:34 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri menjaga soliditas mengingat Indonesia memasuki tahun politik. Dia meminta internal Polri lebih dulu solid sebelum bergandengan dengan TNI. (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri hati-hati dalam menerapkan gaya hidup mewah. (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada jajaran kepolisian di Istana Merdeka. Jakarta. Jokowi juga menyoroti gaya hidup mewah pejabat Polri.

"Perlu saya sampaikan 66 negara berada dalam posisi rentan, 345 juta orang di 82 negara sudah masuk menderita kekurangan pangan akut. Ini yang semua Kapolda Kapolres pejabat utama Polri harus tahu. Keadaan situasi seperti ini harus ngerti, sehingga punya sense of crisis yang sama. Hati-hati dengan ini. Oleh sebab itu saya ingatkan masalah gaya hidup, lifestyle, jangan sampai dalam situasi yang sulit ada letupan-letupan sosial karena adanya kecemburuan sosial ekonomi, kecemburuan sosial ekonomi, hati hati," kata Jokowi seperti dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).

Jokowi mengkritisi soal gaya hidup mewah pejabat. Menurutnya perwira Polri diminta untuk menghentikan gaya hidup hedon seperti pamer mobil hingga naik motor gede apalagi sekarang jaman media sosial, arus informasi bisa dengan cepat menyebar. Soal gaya hidup mewah ini dinilai bisa mempengaruhi kepercayaan publik terhadap Polri.

"Saya ingatkan yang namanya Kapolres, Kapolda yang namanya seluruh pejabat utama, perwira tinggi ngerem total, masalah gaya hidup, jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus atau motor gede yang bagus. Hati-hati. Saya ingatkan hati-hati. Masanya yang lalu-lalu sudah usai, teknologi sekarang ini menyebabkan interaksi sosial berubah total. Sosial media bisa mengabarkan bukan hanya TV, bukan hanya media cetak, media online,. Pribadi-pribadi kita sekarang bisa menjadi surat kabar, bisa menjadi media yang setiap saat bisa memunculkan perilaku-perilaku kita kayak apa meskipun sembunyi-sembunyi," ungkap Jokowi.

"Saya terlalu banyak mendapat laporan sehingga kembali lagi gaya hidup urusan kecil-kecil tetapi itu bisa mengganggu kepercayaan terhadap Polri," tambah dia.

Jokowi kembali mengingatkan soal gaya hidup anggota Polri. Presiden menegaskan gaya hidup mewah pejabat kepolisian sebaiknya ditinggalkan sebagai masa lalu saja oleh para pejabat kepolisian.

"Urusan mobil, urusan motor gede, urusan yang remeh temeh, sepatunya apa, bajunya apa dilihat masyarakat sekarang ini. Itu yang kita harus mengerti dalam situasi dunia yang penuh dengan keterbukaan dan keluhan masyarakat terhadap anggota Polri kita ini tugas Saudara semuanya," jelasnya." ungkapnya.

Presiden juga menyampaikan gaya hidup mewah merupakan masalah keempat dalam daftar keluhan terbanyak masyarakat terhadap institusi Polri.

"Jadi keluhan masyarakat terhadap Polri 29,7 persen itu sebuah persepsi karena pungli (pungutan liar, Red), tolong diredam, sewenang-wenang tolong diredam anggota-anggotanya. Pendekatan yang represif dijauhi," kata Jokowi.

"Polri mencari-cari kesalahan nomor tiga, itu 19,2 persen. Dan keempat hidup mewah yang tadi saya sampaikan," ujar Jokowi.



Simak Video "Jokowi Perintahkan Gubernur Sering ke Pasar, Sudah Nggak Musim 'ABS'"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT