ADVERTISEMENT

Muncul Kelompok Pengempis Ban, Bisa Gembosin 600 Mobil Semalam!

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 11 Sep 2022 17:30 WIB
Tyre Extinguishers
Kelompok pengempis ban Foto: Tyre Extinguishers
Jakarta -

Kelompok aktivis lingkungan, Tyre Extinguishers, baru-baru ini mengklaim sudah mengempiskan 600 mobil Sport Utility Vehicles (SUV) dalam waktu satu malam. Aksi kempis ban tersebut dilakukan di 9 negara.

The Guardian melaporkan, enam bulan sejak peluncuran kampanye kempis ban itu, mendorong orang untuk mengempis ban SUV secara diam-diam. Kelompok ini menjalankan aksi kempis ban di Inggris, Prancis, Jerman, Swiss, Belanda, Norwegia, Denmark, Republik Ceko, dan Kanada. Pada 6 September lalu, jadi malam pengempisan paling besar.

"Warga pemberani di seluruh dunia tadi malam ... mengempiskan ban di setidaknya 600 SUV, tepat dua bulan sebelum pembukaan KTT iklim PBB Cop27 di Mesir," kata Tire Extinguishers.

"Gerakan ini sekarang telah mengempiskan ban di sekitar 9.000 SUV di kota-kota di seluruh dunia sejak Maret, terus menerus, dan tampaknya akan melampaui target 10.000 SUV yang kempis menjelang Natal," tambah pernyataan itu.

Alasan di balik aksi Tire Extinghuishers adalah membinasakan SUV di daerah perkotaan dunia. Mereka menyebut SUV sebagai sumber emisi dan malapetaka karena dimensinya yang besar.

"SUV jauh lebih mungkin untuk membunuh dibandingkan dengan mobil biasa ketika menabrak pejalan kaki. Studi psikologis telah menunjukkan pengemudi SUV mengambil lebih banyak risiko, menempatkan pengguna jalan lain dan pejalan kaki dalam bahaya," tulis Tyre Extinguishers.

Menurut mereka orang-orang yang membeli mobil SUV hanya untuk kesombongan, bukan benar-benar kebutuhan jalan off road atau melintasi daerah yang terpencil.

"Tiga perempat dari kendaraan 'off-road' ini dijual kepada orang-orang yang tinggal di kota-kota besar dan kecil. Mereka ada murni untuk kesombongan pemiliknya, yang melihat mereka sebagai simbol status. Demi kesombongan dan konsumsi yang mencolok ini, perubahan iklim menjadi lebih buruk, kita menghirup udara yang tercemar, dan lebih banyak orang meninggal dalam kecelakaan. Ini tidak bisa diterima," tambah pernyataan dia.

Soal pencemaran udara, kelompok itu merujuk pada penelitian yang diterbitkan pada tahun 2019 oleh Badan Energi Internasional yang menemukan SUV adalah penyebab terbesar kedua dari kenaikan emisi karbon dioksida global selama dekade terakhir. Tetapi kelompok itu juga menentang SUV listrik dengan alasan bahwa mereka masih tidak aman di daerah perkotaan.

Kampanye ini dikoordinasikan melalui situs web yang memuat instruksi tentang membuka katup ban SUV, dan perlahan-lahan mengempiskannya.

Mereka menyerukan para aktivis untuk melakukan serangan sabotase di malam hari dan meninggalkan selebaran pesan di kaca depan yang menjelaskan kepada pemiliknya mengapa mereka menjadi sasaran.

Di antara pemilik SUV yang menjadi korban kampanye tersebut adalah John Browne, mantan kepala eksekutif perusahaan Minyak dan Gas British Petroleum, dan aktor EastEnders, Jessie Wallace, yang memposting foto surat yang ditinggalkan untuknya oleh para aktivis di Instagram.

"The Tyre Extinguishers ingin melihat SUV dilarang di daerah perkotaan, pungutan pajak polusi untuk SUV, dan investasi besar-besaran dalam transportasi umum yang gratis dan komprehensif. Namun hingga para politisi mewujudkannya, aksi Tyre Extinguishers akan terus berlanjut," ujar Juru Bicara Tyre Extinguishers, Marion Walker.

Sebuah sumber di kepolisian Metropolitan mengatakan timnya tidak dapat mengkonfirmasi klaim Tire Extinguishers telah melakukan aksi kempis ban di London. Penyelidikan juga tidak menemukan dokumen tentang kelompok tersebut.

Dikutip BBC, Tyre Extinguishers meniru gerakan serupa di Swedia dari 2019, yang menyebabkan penurunan besar dalam penjualan SUV. Mobil seperti 4x4 dan SUV telah lama menuai kritik dari para pecinta lingkungan karena tidak diperlukan di lingkungan perkotaan. Alasannya, SUV dianggap mengambil terlalu banyak ruang dan memiliki emisi karbon yang tinggi.



Simak Video "Catat! Tugas Polantas Tidak Hanya Sebatas Menilang Lho"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT